Kematian akibat Gelombang Panas di Prancis Melonjak 30 Persen

  • 04 Jul 2026 12:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Prancis mencatat peningkatan kematian sebesar 29,1 persen atau 2.025 kematian tambahan selama gelombang panas minggu 22-28 Juni 2026.
  • Angka kematian terutama meningkat pada kelompok usia 45 tahun ke atas, dengan total 8.973 kematian yang dicatat oleh Public Health France.
  • Paris menjadi wilayah paling terdampak dengan peningkatan angka kematian mencapai 62 persen dan kematian di rumah meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya.

RRI.CO.ID, Paris — Jumlah kematian di Prancis melonjak hampir 30 persen sepekan terakhir selama gelombang panas yang melanda Eropa pada Juni. Otoritas kesehatan Public Health France menyatakan terjadi peningkatan kematian sebesar 29,1 persen.

Melansir dari The Guardian, Sabtu, 4 Juli 2026, angka tersebut setara dengan 2.025 kematian tambahan dibandingkan pekan sebelumnya. Meski demikian, angka tersebut masih bersifat sementara dan diperkirakan lebih rendah dari jumlah sebenarnya.

Public Health France memperkirakan jumlah korban jiwa masih akan terus bertambah seiring masuknya data terbaru. Perkiraan terbaru tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan estimasi awal sebanyak 1.000 kematian tambahan yang hanya mencakup tiga hari terpanas.

Data terbaru mencakup periode 22 hingga 28 Juni, saat Prancis mengalami hari-hari terpanas dalam sejarah pengamatan suhu. Rekor suhu siang dan malam pecah di banyak kota di Prancis, sementara rekor suhu tercatat di wilayah Eropa lainnya.

Public Health France mencatat sementara sebanyak 8.973 kematian selama pekan tersebut. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 6.948 kematian pada periode 15 hingga 21 Juni.

Peningkatan angka kematian terutama terjadi pada kelompok usia 45 tahun ke atas. Kematian pada kelompok usia 45 hingga 64 tahun juga mengalami kenaikan yang signifikan.

Jumlah kematian yang terjadi di rumah meningkat hampir dua kali lipat hanya dalam waktu satu pekan. Paris menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah dengan kenaikan angka kematian mencapai 62 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....