Kebakaran Hutan di Prancis Meluas, 12.000 Warga Dievakuasi
- 08 Jul 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebakaran yang meluas di Departemen Pyrenees-Orientales, Prancis selatan, telah menghanguskan sekitar 4.900 hektare lahan, sementara sekitar 800 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api.
- Otoritas menetapkan risiko kebakaran sangat tinggi di tiga departemen, mengeluarkan peringatan gelombang panas di 61 departemen, dan memperkirakan suhu mencapai 41 derajat Celsius di wilayah barat daya Prancis.
- Perdana Menteri Sebastien Lecornu menyatakan hampir 14.500 hektare lahan telah terbakar sepanjang musim ini, hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
RRI.CO.ID, Trevillach — Kebakaran hutan terus meluas di wilayah selatan Prancis, tepatnya di Departemen Pyrenees-Orientales. Sebanyak 12.000 orang dievakuasi pada Selasa, 7 Juli 2026, dilansir dari Anadolu.
Evakuasi tersebut dilakukan untuk melindungi warga dari penyebaran api yang melanda Komune Trevillach. Sekitar 800 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.
Hingga kini kebakaran belum berhasil dipadamkan dan telah menghanguskan sekitar 4.900 hektare lahan. Sementara itu, pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi.
Prefek setempat menyatakan kondisi kebakaran masih mengkhawatirkan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pyrenees-Orientales, Kolonel Eric Belgioino, mengatakan cuaca menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman.
Menurutnya, kondisi cuaca masih sama seperti hari sebelumnya, sehingga kemungkinan api dapat dikendalikan dalam waktu dekat masih sangat kecil. Risiko kebakaran hutan ditetapkan pada tingkat sangat tinggi di tiga departemen dan tinggi di 61 departemen lainnya.
Pemerintah juga mengeluarkan peringatan gelombang panas berstatus oranye di 61 departemen. Peringatan tersebut dikeluarkan karena suhu diperkirakan berkisar antara 35 hingga 38 derajat Celsius.
Di wilayah barat daya Prancis, suhu diperkirakan dapat mencapai 41 derajat Celsius. Badan Meteorologi Nasional Prancis memperkirakan gelombang panas akan terus berlangsung hingga akhir pekan.
Perkiraan tersebut meningkatkan risiko meluasnya kebakaran sekaligus menyulitkan upaya pemadaman. Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengatakan hampir 14.500 hektare lahan telah terbakar sepanjang musim kebakaran tahun ini.
Dalam laporannya kepada Majelis Nasional, ia menyebut luas area yang terbakar hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, pemerintah terus mengerahkan sumber daya untuk mengendalikan kebakaran dan melindungi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....