Ketegangan AS-Iran Memanas, Selat Hormuz Terancam Ditutup
- 09 Jul 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran dilaporkan akan kembali menutup Selat Hormuz. Penutupan tersebut disebut sebagai respons terhadap serangan terbaru Amerika Serikat.
- Pernyataan Donald Trump bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir memicu kekhawatiran baru mengenai eskalasi konflik di Timur Tengah.
- Gangguan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasokan energi global. Lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut dilaporkan hampir terhenti, sehingga menambah kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi dunia.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran dilaporkan akan kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Republik Islam tersebut. Laporan tersebut juga menyebut Teheran berjanji akan menyerang dua target untuk setiap satu target yang diserang Amerika.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Pernyataan itu memicu kekhawatiran baru mengenai eskalasi konflik di Timur Tengah, dilansir dari New York Post, Kamis, 9 Juli 2026.
Teheran memperingatkan Trump agar tidak melaksanakan ancaman baru untuk menyerang Iran. Teheran memberikan pernyataan kepada Press TV Iran bahwa Trump tidak akan memperoleh keuntungan dari ancaman tersebut.
Menurut Teheran, Trump justru berisiko kehilangan Selat Hormuz serta negosiasi mengenai perjanjian final. Akibat meningkatnya ketegangan, lalu lintas di Selat Hormuz dilaporkan hampir terhenti.
Hanya sedikit kapal yang berani melintas pada Rabu, padahal sebelum perang jalur tersebut dilalui lebih dari 130 kapal setiap hari. Data dari pelacak maritim Kpler menunjukkan bahwa sebanyak 108 kapal melintasi Selat Hormuz selama akhir pekan liburan.
Penurunan lalu lintas ini menambah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Pejabat Iran juga menantang Amerika Serikat untuk melancarkan serangan lebih lanjut dan mencoba merebut pusat minyak Pulau Kharg.
Meskipun ancaman terus meningkat, Trump mengatakan, perang besar-besaran dengan Iran tidak akan kembali terjadi. Ia mengatakan, situasi akan segera berakhir dan pasokan minyak akan kembali lancar.
Kembali terjadinya pertempuran ini membawa konflik Iran memasuki bulan kelima. Sebelumnya, Donald Trump mengklaim bahwa konflik tersebut hanya akan berlangsung selama beberapa minggu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....