PBB Desak Iran dan AS Kembali ke Jalur Diplomasi

  • 10 Jul 2026 13:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PBB menyerukan penghentian segera permusuhan di kawasan Teluk: Seruan ini disampaikan setelah serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, dan Qatar di tengah meningkatnya eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat.
  • PBB menekankan pentingnya diplomasi dan menahan diri: Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan bahwa aksi saling balas harus dihentikan dan semua pihak perlu kembali ke meja perundingan sebagai cara terbaik mengakhiri konflik.
  • Ketegangan Iran-AS memicu kekhawatiran keamanan regional: Serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz menambah kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran internasional dan stabilitas kawasan Teluk.

RRI.CO.ID, New York — PBB menyerukan penghentian segera permusuhan di kawasan Teluk setelah serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, dan Qatar. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat, dilansir dari Anadolu, Jumat, 10 Juli 2026.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa aksi saling balas harus segera dihentikan. Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers ketika menjawab pertanyaan mengenai reaksi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terhadap perkembangan terbaru kawasan.

“Kembalinya diplomasi sangat dibutuhkan demi stabilitas kawasan, demi stabilitas global,” kata Dujarric. Ia menambahkan, semua pihak yang terlibat perlu memahami bahwa cara terbaik mengakhiri konflik adalah dengan kembali ke meja perundingan.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah PBB mengeluarkan pernyataan atas nama Guterres. Pernyataan tersebut mendorong semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin dan menghindari tindakan eskalatif lebih lanjut.

PBB menilai upaya menahan diri sangat penting untuk mencegah konflik semakin meluas. Mengenai peran PBB ke depan, Dujarric menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal siap membantu dengan cara apa pun yang memungkinkan.

Ia juga menyebut bahwa Utusan Pribadi Guterres untuk krisis tersebut, Jean Arnault, terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, Dujarric menyoroti peran Organisasi Maritim Internasional (IMO) yang dinilai penting dalam menangani isu-isu maritim di Selat Hormuz.

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat setelah serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz awal pekan ini. Insiden tersebut menambah kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran internasional dan stabilitas kawasan Teluk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....