Sekjen PBB Peringatkan Bahaya Eskalasi Konflik AS dan Iran

  • 09 Jul 2026 15:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekjen PBB menyatakan keprihatinan atas konfrontasi AS-Iran. Antonio Guterres menilai eskalasi militer terbaru berisiko menggagalkan kemajuan diplomatik yang telah dicapai antara Iran dan Amerika Serikat.
  • Kembalinya permusuhan dinilai dapat mengancam masyarakat di kawasan Timur Tengah, perdamaian dan keamanan internasional, serta perekonomian global.
  • Guterres mendesak semua pihak menghindari tindakan eskalatif, mematuhi hukum internasional, serta segera melanjutkan negosiasi untuk mencapai solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan.

RRI.CO.ID, New York — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan atas konfrontasi militer terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Rabu, 8 Juli 2026, dilansir dari Anadolu.

Ketegangan meningkat setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan militer. Situasi tersebut juga mendorong Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Teheran telah berakhir.

Dujarric mengatakan bahwa Guterres merasa khawatir atas konfrontasi militer yang kembali terjadi di kawasan Teluk. Menurutnya, insiden yang terjadi dalam 24 jam terakhir berisiko menggagalkan kemajuan diplomatik yang telah dicapai antara Iran dan Amerika Serikat.

PBB menilai perkembangan tersebut dapat menghambat upaya penyelesaian damai yang sebelumnya telah menunjukkan kemajuan. Dujarric memperingatkan bahwa kembalinya permusuhan berskala penuh akan menimbulkan konsekuensi yang sangat buruk.

Konsekuensi tersebut tidak hanya berdampak pada masyarakat di kawasan Timur Tengah, tetapi juga mengancam perdamaian dan keamanan internasional. Selain itu, PBB menilai eskalasi konflik dapat memengaruhi komunitas global serta perekonomian dunia secara keseluruhan.

Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin dan menghindari tindakan eskalatif lebih lanjut. Ia juga meminta langkah-langkah segera untuk meredakan ketegangan.

Dujarric menegaskan bahwa semua pihak memiliki kewajiban untuk sepenuhnya mematuhi hukum internasional. Kewajiban tersebut mencakup perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, serta penghormatan terhadap hak dan kebebasan navigasi.

PBB juga mendesak Iran dan Amerika Serikat untuk segera melanjutkan negosiasi. Menurut Guterres, isu-isu yang masih belum terselesaikan harus diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Dujarric menyatakan bahwa PBB tetap berkomitmen mendukung semua upaya untuk mencegah kembalinya konflik. PBB juga berupaya memulihkan stabilitas dan mendorong tercapainya solusi yang menyeluruh serta berkelanjutan.

Pernyataan PBB tersebut disampaikan setelah AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Rabu, 8 Juli 2026. Eskalasi terbaru terjadi setelah Iran menyerang tiga kapal tanker di Selat Hormuz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....