AS Kembali Serang Iran, Indonesia Serukan Seluruh Pihak Menahan Diri

  • 09 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan serangan ke Iran, di tengah proses pemakaman mendiang Petinggi Agung Ayatullah Ali Khamenei pekan ini.
  • Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang menyatakan, Indonesia menyerukan semua pihak dapat menahan diri agar tidak memperburuk situasi.
  • Indonesia menilai penting proses perdamaian antara Iran dan AS sebagai upaya untuk menjaga stabilitas dan keamanan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan serangan ke Iran, di tengah proses pemakaman mendiang Petinggi Agung Ayatullah Ali Khamenei pekan ini. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang menyatakan, Indonesia menyerukan semua pihak dapat menahan diri agar tidak memperburuk situasi.

“Dalam konteks ini tentunya Indonesia menyurukan agar semua pihak dapat terus menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi, melakukan deeskalasi. Kemudian, mengedepankan dialog, menghormati hukum internasional, serta melanjutkan proses negosiasi,” ucap Yvonne Mewengkang dalam press briefing, Kamis, 9 Juli 2026, sore di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.

Yvonne mengungkapkan, Indonesia menilai penting proses perdamaian antara Iran dan AS sebagai upaya untuk menjaga stabilitas dan keamanan. “Juga perdamaian kawasan dan memulihkan keamanan maritim khususnya di Selat Hormuz,” katanya menambahkan.

Militer Amerika Serikat mengatakan telah menyerang sekitar 90 sasaran dalam serangan udara di berbagai wilayah Iran, tulis NBC News dalam laporannya. Setelah Presiden Donald Trump menyatakan ia menganggap gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara telah berakhir menyusul serangan Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz.

Beberapa jam kemudian, pada Kamis pagi, pejabat Iran melaporkan adanya gelombang serangan baru, yang hingga saat itu belum diakui oleh pihak AS. Teheran membalas dengan melancarkan serangan terhadap sekutu-sekutu AS di Timur Tengah.

Gelombang serangan tersebut memicu peringatan keamanan di Qatar, Bahrain, Kuwait, dan beberapa jam kemudian di Yordania. Sementara, kedua belah pihak saling menuduh telah melanggar ketentuan kesepakatan gencatan senjata sementara.

Iran menyatakan telah menyerang pangkalan-pangkalan dan pusat-pusat strategis AS di Bahrain, Kuwait, dan Qatar. Setelah AS membombardir sejumlah kota di Iran untuk malam kedua secara berturut-turut.

Serangan Amerika Serikat tersebut dilaporkan menewaskan 14 orang dan melukai 78 lainnya dalam kurun dua hari. Ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah kota Iran yang berada di sepanjang Selat Hormuz, termasuk Bushehr, Chabahar, Bandar Abbas, dan Sirik, dikutip dari Aljazeera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....