Trump: AS Capai Kesepakatan dengan Iran atau Gunakan Kekuatan Militer

  • 08 Jul 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington lebih mengutamakan diplomasi, tetapi tetap siap menggunakan kekuatan militer jika perundingan dengan Iran gagal menghasilkan kesepakatan.
  • Meski telah menjalani gencatan senjata selama 60 hari untuk membuka ruang diplomasi, hingga kini belum ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan akhir terkait program nuklir Iran.
  • Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Baqer Zolqadr menyebut ancaman Trump mengada-ada, menegaskan Iran tidak tunduk pada intimidasi, dan memperingatkan akan memberikan respons.

RRI.CO.ID, Teheran — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau menyelesaikan konflik melalui cara lain. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin, 6 Juli 2026 di Ruang Oval, dilansir dari Reuters.

Trump mengatakan dirinya lebih memilih penyelesaian melalui jalur diplomasi. Namun, ia menegaskan, opsi penggunaan kekuatan militer tetap tersedia jika perundingan tidak membuahkan hasil.

Ia juga mengatakan ingin menghindari dampak terhadap sekitar 91 juta penduduk Iran. Pernyataan Trump disampaikan setelah perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa menunjukkan kemajuan berarti.

Sebelumnya, kedua negara menjalani gencatan senjata selama 60 hari. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi upaya diplomasi setelah konflik dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel.

Washington berharap masa gencatan senjata tersebut dapat membuka jalan bagi perundingan untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir Iran. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan akhir antara kedua pihak.

Iran menanggapi keras pernyataan Trump. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Baqer Zolqadr menyebut ancaman tersebut sebagai sesuatu yang mengada-ada.

Ia juga menegaskan rakyat Iran tidak tunduk pada bahasa ancaman. Zolqadr meminta Amerika Serikat berbicara kepada rakyat Iran dengan penuh hormat.

Zolqadr juga memperingatkan bahwa Iran akan memberikan respons apabila ancaman terhadap negaranya terus berlanjut. Pernyataan Trump disampaikan setelah prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada akhir pekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....