Trump Harapkan Gencatan Senjata Total di Timteng
- 19 Jun 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Donald Trump memperkirakan gencatan senjata total di Timur Tengah setelah AS dan Iran menandatangani MoU yang memulai proses negosiasi selama 60 hari menuju kesepakatan akhir.
- Trump menegaskan komitmen AS pada perdamaian dan menyerukan semua pihak di kawasan, termasuk Lebanon, Hizbullah, dan Israel, untuk menjaga komitmen serta menghentikan konflik.
- Ia juga menyoroti dampak ekonomi positif berupa turunnya harga minyak dan naiknya pasar saham, meski Israel dilaporkan belum berniat menarik pasukan dari Lebanon sehingga ketegangan masih berlanjut.
RRI.CO.ID, Washington — Donald Trump mengatakan ia memperkirakan akan terjadi gencatan senjata total di semua front konflik di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 18 Juni 2026 menyusul kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, dilansir dari Anadolu dan Xinhua.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat berkomitmen pada perdamaian. Ia juga mendorong seluruh pihak di Timur Tengah untuk menjaga komitmen mereka agar proses negosiasi dapat berjalan dengan baik.
“Amerika Serikat berkomitmen pada PERDAMAIAN, dan kami mendorong semua orang di kawasan Timur Tengah untuk mempertahankan komitmen mereka agar negosiasi kami dapat berlangsung dengan indah,” ujar Trump.
Ia juga menyerukan gencatan senjata di semua front konflik, termasuk Lebanon, Hizbullah, dan Israel. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui platform Truth Social miliknya.
Selain itu, Trump menyoroti dampak ekonomi dari perkembangan tersebut dengan menyebut pasar merespons positif. Ia mengatakan harga minyak turun, sementara pasar saham mengalami kenaikan.
Ia menilai kondisi ini menunjukkan reaksi yang baik dari pasar terhadap situasi yang berkembang. Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani MoU di Prancis pada Rabu, 17 Juni 2026.
Kesepakatan tersebut memulai periode negosiasi selama 60 hari untuk mencapai perjanjian akhir. Namun, Israel dilaporkan tidak berniat menarik pasukannya dari Lebanon, sehingga dinamika konflik di kawasan masih belum sepenuhnya mereda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....