Trump Klaim Iran Setujui Hampir Seluruh Tuntutan AS dalam Perundingan

  • 03 Jul 2026 14:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Donald Trump menyatakan perundingan AS-Iran mengalami kemajuan, seraya mengklaim Teheran telah menyetujui hampir seluruh tuntutan utama Washington dalam proses negosiasi.
  • Trump menegaskan Amerika Serikat tidak menginginkan pergantian rezim di Iran, melainkan hanya ingin memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir.
  • Qatar dan Pakistan menyatakan putaran berikutnya perundingan AS-Iran akan digelar setelah rangkaian pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, sebagai bagian dari upaya melanjutkan proses diplomatik kedua negara.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perundingan dengan Iran terus mengalami kemajuan. Dalam wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan Iran telah menyetujui hampir seluruh tuntutan utama Amerika Serikat.

Trump menyebut proses negosiasi masih terus berlangsung dan optimistis pembicaraan akan menghasilkan kesepakatan. Ia kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menginginkan pergantian rezim di Iran, dilansir dari Anadolu, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Trump, tujuan utama Washington adalah memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir. Menurut Trump, isu program nuklir Iran tetap menjadi fokus utama perundingan.

Pemerintah Amerika Serikat juga mempertahankan sikap tegas terhadap upaya Iran mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan Trump disampaikan di tengah berlanjutnya upaya diplomatik antara Washington dan Teheran yang dimediasi Qatar dan Pakistan.

Kedua mediator menyatakan putaran berikutnya perundingan akan digelar sesegera mungkin. Jadwal pembicaraan tersebut disesuaikan dengan rangkaian upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut laporan, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 9 Juli.

Qatar dan Pakistan terus memfasilitasi komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran dalam upaya mencari penyelesaian atas ketegangan kedua negara. Proses diplomatik diharapkan dapat berlanjut setelah rangkaian pemakaman selesai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....