Iran: Negosiasi dengan AS Tak Dimulai Selama Ancaman Berlanjut

  • 08 Jul 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menolak memulai negosiasi akhir di bawah ancaman. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan pembahasan kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat tidak akan dimulai selama ancaman masih berlanjut, sesuai Paragraf 13 MoU Islamabad.
  • MoU Islamabad membuka jalur diplomasi 60 hari. Perjanjian 14 poin yang mulai berlaku pada 18 Juni 2026 menjadi dasar perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan damai permanen.
  • Presiden AS Donald Trump menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan menyatakan Washington siap menggunakan kekuatan militer bila perundingan tidak membuahkan hasil.

RRI.CO.ID, Teheran - Iran menegaskan negosiasi menuju kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat tidak akan dimulai jika ancaman terhadap negaranya terus berlanjut. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin, 6 Juli 2026, dilansir dari Anadolu.

Ia mengacu pada Paragraf 13 dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani kedua negara bulan lalu. Araghchi mengatakan ketentuan dalam MoU menyebutkan bahwa perundingan mengenai kesepakatan akhir tidak dapat dimulai apabila ancaman masih berlangsung.

Melalui unggahan di media sosial X, ia meminta Amerika Serikat menghormati isi perjanjian yang telah disepakati dan ditandatangani. MoU Islamabad yang dimediasi oleh Pakistan mulai berlaku pada 18 Juni 2026.

Perjanjian tersebut efektif setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatanganinya secara elektronik. Perjanjian yang terdiri atas 14 poin tersebut membuka masa diplomasi selama 60 hari.

Selama periode itu, Iran dan Amerika Serikat menggelar perundingan tidak langsung untuk mencapai kesepakatan damai yang bersifat permanen. Pernyataan Araghchi disampaikan setelah Trump menyatakan Washington siap menggunakan kekuatan militer apabila upaya diplomasi tidak membuahkan hasil.

Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Meski demikian, ia mengaku lebih memilih penyelesaian melalui kesepakatan dibandingkan aksi militer.

Trump mengatakan Amerika Serikat akan membuat kesepakatan atau menyelesaikan persoalan tersebut dengan cara lain jika diperlukan. Ia juga menyebut langkah militer tidak akan sulit dilakukan, namun tetap berharap dapat menghindari dampak terhadap penduduk Iran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....