Peluang Gelombang Panas Ekstrem di Indonesia Relatif Kecil

  • 01 Jul 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: BMKG menyatakan peluang Indonesia mengalami gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di sejumlah negara Eropa masih relatif kecil. Masyarakat tetap akan merasakan kondisi cuaca panas, namun fenomena tersebut merupakan karakteristik yang lazim terjadi di wilayah tropis.

"Menurut analisis kami, kejadian temperatur yang sangat tinggi seperti yang terjadi di Eropa peluangnya masih kecil. Tetapi bukan berarti Indonesia tidak mengalami cuaca panas, kita memang merasakan panas, namun itu bukan gelombang panas," kata Deputi Bidang Klimatologi di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan, cuaca panas yang dirasakan masyarakat saat ini masih tergolong normal bagi negara beriklim tropis. Berbeda dengan Eropa yang mengalami lonjakan suhu ekstrem akibat berbagai faktor atmosfer dan iklim.

Salah satu faktor yang membuat Indonesia relatif terlindungi dari lonjakan suhu ekstrem adalah kondisi geografis. Yaitu sebagai negara kepulauan yang dikelilingi lautan.

"Indonesia dikelilingi oleh banyak lautan sehingga memiliki kelembapan udara yang tinggi. Kelembapan ini menjadi penyangga sehingga lonjakan temperatur tidak setinggi yang terjadi di Eropa," katanya.

BMKG mencatat, suhu udara di beberapa wilayah Indonesia memang dapat mencapai angka tinggi. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), misalnya, suhu maksimum dapat menyentuh sekitar 36 derajat Celsius.

“Namun, kondisi tersebut masih berada dalam karakteristik iklim tropis. Lalu tidak menunjukkan lonjakan suhu ekstrem seperti yang terjadi di sejumlah negara Eropa,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....