Amerika Mulai Dilanda Gelombang Panas Berbahaya
- 03 Jul 2026 12:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jutaan warga di Pantai Timur AS menghadapi gelombang panas ekstrem dengan suhu mencapai sekitar 38°C dan indeks panas hingga 46°C, sehingga NWS mengeluarkan peringatan cuaca panas di sejumlah wilayah.
- Gelombang panas meningkatkan risiko kesehatan dan mengganggu berbagai aktivitas, termasuk perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat dan pertandingan Piala Dunia yang digelar di luar ruangan.
- Fenomena heat dome dan perubahan iklim memperparah cuaca ekstrem, membuat gelombang panas lebih sering, lebih intens, dan berlangsung lebih lama, meski suhu diperkirakan mulai menurun pada awal pekan depan.
RRI.CO.ID, Washington — Jutaan warga di sepanjang Pantai Timur Amerika Serikat menghadapi gelombang panas dan kelembapan yang berbahaya. Suhu diperkirakan mencapai sekitar 38 derajat Celsius selama beberapa hari, dilansir dari BBC News, Jumat, 3 Juli 2026.
Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) telah mengeluarkan peringatan cuaca panas ekstrem di sejumlah wilayah. NWS memperkirakan indeks panas dapat mencapai 46 derajar Celcius di Washington, Philadelphia, dan New York.
Indeks panas merupakan suhu yang dirasakan tubuh akibat kombinasi suhu udara dan tingkat kelembapan. Gelombang panas ini terjadi ketika Presiden Donald Trump bersiap menggelar perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat.
Sementara itu, sejumlah pertandingan Piala Dunia juga berlangsung di luar ruangan sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat. Gelombang panas tersebut terjadi setelah Eropa lebih dahulu mengalami suhu ekstrem pada awal musim panas.
Panas yang sebelumnya melanda wilayah Midwest kini telah meluas ke kawasan Timur Laut dan Mid-Atlantic. Peringatan panas ekstrem masih diberlakukan dari Midwest hingga Timur Laut.
NWS memperingatkan bahwa gelombang panas berkepanjangan tanpa penurunan suhu yang berarti pada malam hari dapat membahayakan kesehatan. Risiko terbesar dihadapi masyarakat yang tidak memiliki pendingin ruangan atau tidak memperoleh asupan cairan yang cukup.
Pada Kamis pagi, suhu di Washington dan New York telah mendekati 2 derajat Celcius. Di Central Park, suhu kemudian mencapai 38 derajat Celcius, namun terasa seperti 41 derajat Celcius.
Suhu tersebut menjadikannya kondisi terpanas di lokasi tersebut dalam 15 tahun terakhir. Wali Kota New York Zohran Mamdani mengimbau warga agar tetap berada di dalam ruangan dan menjaga tubuh tetap sejuk.
Para ahli menjelaskan bahwa gelombang panas dipicu oleh wilayah bertekanan tinggi yang dikenal sebagai heat dome. Sementara itu, kondisi tanah yang kering akibat kekeringan di wilayah Timur Laut turut memperparah peningkatan suhu.
Ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat gelombang panas terjadi lebih sering. Gelombang panas juga menjadi lebih intens dan berlangsung lebih lama dibandingkan sebelumnya.
Suhu diperkirakan mulai menurun pada akhir pekan hingga awal pekan depan. Meski demikian, suhu masih akan berada di atas rata-rata dan berpotensi disertai badai petir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....