Presiden Lebanon Tegaskan Tak Akan Serahkan Sejengkal Wilayah kepada Israel

  • 03 Jul 2026 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan Lebanon tidak akan menyerahkan wilayah kepada Israel, sekaligus menyebut negosiasi sebagai bentuk diplomasi untuk menghindari pertumpahan darah.
  • Israel menyatakan pasukannya akan tetap berada di “zona keamanan” di Lebanon, Suriah, dan Gaza, meski Lebanon menuntut penarikan pasukan melalui kerangka kesepakatan damai.
  • Kesepakatan kerangka kerja Lebanon–Israel mencakup pelucutan senjata Hizbullah dan penarikan pasukan Israel, namun belum menetapkan jadwal pelaksanaannya dan masih memicu ketegangan di lapangan.

RRI.CO.ID, Beirut — Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyerahkan wilayah kepada Israel. Ia menyatakan Lebanon tidak akan menyerahkan “sejengkal pun” tanahnya, dikutip dari Al Arabiya, Jumat, 3 Juli 2026.

Aoun juga membela keputusan Lebanon untuk melakukan negosiasi dengan Israel. Menurutnya, langkah tersebut bukan bentuk pengkhianatan, melainkan upaya diplomasi yang disebutnya sebagai “perang tanpa pertumpahan darah”.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan pasukan Israel akan tetap berada di apa yang disebut sebagai “zona keamanan”. Wilayah tersebut mencakup Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza “hingga pemberitahuan lebih lanjut”.

Lebanon sebelumnya menandatangani kerangka kerja yang didukung Amerika Serikat dengan Israel dengan tujuan mencapai perdamaian antara kedua negara. Namun, kesepakatan tersebut memicu protes dari kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Aoun mengatakan bahwa Lebanon berkomitmen untuk melakukan dialog dengan tujuan memastikan penarikan pasukan Israel dari wilayahnya. Ia kembali menegaskan bahwa Lebanon tidak akan menyerahkan wilayahnya kepada pihak mana pun.

Otoritas Lebanon menyebut lebih dari 4.200 orang meninggal akibat eskalasi konflik tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di wilayah yang disebut sebagai “zona keamanan”.

Sementara itu, kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani mengatur peran bertahap militer Lebanon di wilayah selatan serta pelucutan senjata Hizbullah. Kesepakatan tersebut juga mencakup penarikan pasukan Israel, meski tidak menetapkan jadwal pelaksanaannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....