Presiden Lebanon Bahas Peran Militer usai Kesepakatan Kerangka dengan Israel
- 01 Jul 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Joseph Aoun dan Panglima Angkatan Darat Rodolphe Haykal membahas tugas militer dalam menjalankan kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.
- Kesepakatan mengatur penarikan bertahap pasukan Israel, tetapi tanpa jadwal pasti. Proses tersebut bergantung pada kemampuan Angkatan Darat Lebanon mengambil alih keamanan serta pelucutan senjata kelompok bersenjata.
- Meski kesepakatan telah ditandatangani, Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon Selatan dan terus memperluas operasi daratnya hingga lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
RRI.CO.ID, Beirut — Presiden Lebanon Joseph Aoun bertemu Panglima Angkatan Darat Rodolphe Haykal pada Selasa, 30 Juni 2026. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas tugas angkatan darat setelah tercapainya kesepakatan kerangka antara Lebanon dan Israel.
Melansir dari Anadolu, pertemuan tersebut juga membahas langkah-langkah pelaksanaan kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang antara kedua negara. Haykal menyampaikan kepada Presiden Aoun hasil kunjungannya ke Turki dan Inggris yang berfokus pada penguatan kerja sama militer.
Keduanya juga meninjau situasi keamanan di Lebanon serta membahas peran angkatan darat dalam menjalankan hasil perundingan. Pada Jumat, 26 Juni 2026 lalu, Beirut dan Tel Aviv menandatangani kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki. Penarikan tersebut dimulai dari dua wilayah percontohan yang tidak diumumkan kepada publik.
Namun, kesepakatan itu tidak menetapkan jadwal pasti penarikan pasukan Israel. Penarikan tersebut bergantung pada kesiapan Angkatan Darat Lebanon untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan di wilayah yang dikosongkan.
Selain itu, penarikan tersebut juga bergantung pada pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata, terutama Hizbullah. Pemerintah Lebanon menyebut kesepakatan itu sebagai langkah awal untuk memulihkan kedaulatan negara.
Meski telah tercapai kesepakatan kerangka, Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon Selatan. Wilayah tersebut termasuk yang telah dikuasai selama puluhan tahun dan kawasan yang direbut dalam perang 2023–2024.
Israel juga dilaporkan memperluas operasi daratnya hingga lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon. Sementara itu, pendudukan atas wilayah Palestina dan sebagian Suriah masih terus berlanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....