Lebanon-AS Bahas Pembentukan Sel Trilateral, Perkuat Gencatan Senjata
- 26 Jun 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Lebanon Joseph Aoun membahas pembentukan sel trilateral bersama Amerika Serikat dan Iran untuk memperkuat gencatan senjata serta memantau implementasi kesepakatan di Lebanon.
- Struktur dan mekanisme pembentukan sel trilateral masih dalam tahap kajian. Amerika Serikat juga menegaskan dukungannya terhadap penguatan kedaulatan Lebanon melalui tentara dan aparat keamanan negara.
- Pembahasan berlangsung setelah nota kesepahaman AS-Iran mulai berlaku pada 18 Juni. Pemerintah Lebanon berharap upaya diplomatik tersebut dapat memperkuat gencatan senjata dan menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Beirut — Presiden Lebanon Joseph Aoun membahas pembentukan sel trilateral yang melibatkan Amerika Serikat, Lebanon, dan Iran. Sel tersebut bertujuan memperkuat gencatan senjata di Lebanon serta memantau pelaksanaan berbagai langkah yang telah disepakati.
Pembahasan tersebut dilakukan melalui percakapan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Percakapan telepon tersebut dilakukan pada Selasa, 23 Juni 2026, dilansir dari Anadolu.
Dalam pernyataan resmi Kepresidenan Lebanon, ketiga pihak turut membahas perkembangan terbaru di Lebanon. Mereka juga membahas situasi setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Swiss.
Mereka juga menegaskan bahwa struktur dan mekanisme pembentukan sel trilateral tersebut masih dalam tahap kajian. Hingga kini, belum ada rincian mengenai waktu pelaksanaannya.
AS menyampaikan dukungan kepada pemerintah Lebanon dalam upayanya memperluas kewenangan negara dan memperkuat kedaulatan nasional di seluruh wilayahnya. Washington juga menegaskan bahwa otoritas keamanan di Lebanon harus berada di bawah kendali tentara dan aparat keamanan negara.
Sementara itu, Presiden Joseph Aoun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Amerika Serikat atas perhatian yang diberikan terhadap Lebanon. Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu mengakhiri perang yang masih berlangsung sekaligus memperkuat otoritas negara di seluruh wilayah Lebanon.
Percakapan itu berlangsung setelah nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada 18 Juni. Kesepakatan tersebut memuat komitmen kedua negara untuk menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon.
Pemerintah Lebanon berharap berbagai upaya diplomatik dapat memperkuat gencatan senjata. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan stabilitas yang lebih berkelanjutan di negara itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....