Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Terdampak Gelombang Panas di Eropa

  • 01 Jul 2026 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Luar Nengeri (Kemlu) memastikan belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gelombang panas.
  • Kemlu terus melakukan pemantauan perkembangan situasi terkini, meski belum ada laporan. Selain itu, pihak perwakilan RI di benua Eropa telah membuka layanan hotline dan menyampaikan himbauan kepada WNI.
  • Gelombang panas yang melanda Eropa terjadi sejak pertengahan Juni dan telah memicu suhu di atas 40 derajat Celsius.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Luar Nengeri (Kemlu) memastikan belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gelombang panas. Kepastian ini disampaikan mengingat gelombang panas ekstrem tengah melanda benua Eropa akhir-akhir ini.

"Untuk heatwave (gelombang panas) di Eropa,kita sudah berkoordinasi dengan perwakilan-perwakilan kita di sana. Dan sampai saat ini belum ada WNI yang terdampak, yang melaporkan atau menjadi korban itu belum," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah di Jakarta, Rabu 1 Juli 2026.

Pihak Kemlu, lanjut Heni, terus melakukan pemantauan perkembangan situasi terkini, meski belum ada laporan. Selain itu, pihak perwakilan RI di benua Eropa telah membuka layanan hotline dan menyampaikan himbauan kepada WNI.

Bagi Heni, ini menjadi langkah mitigasi yang perlu untuk dilakukan. Terlebih, gelombang panas ekstrem ini masih melanda kawasan Benua Biru tersebut.

"Semua perwakilan di Eropa membuka hotline dan juga menyampaikan kepada WNI untuk waspada. Mereka juga diminta melakukan langkah-langkah agar tidak terdampak heatwave di Eropa," ucap Heni lebih lanjut.

Gelombang panas yang melanda Eropa terjadi sejak pertengahan Juni dan telah memicu suhu di atas 40 derajat Celsius. Sejumlah negara termasuk Prancis, Jerman, Republik Ceko, Polandia, dan Hungaria terdampak heatwave.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut juga meningkatkan risiko kebakaran hutan. Selain itu juga mengganggu transportasi dan pasokan energi di beberapa wilayah.

Bahkan di Prancis, otoritas kesehatan melaporkan sekitar seribu kematian berlebih (excess deaths) diduga terkait dengan gelombang panas. Mayoritas korban adalah warga lanjut usia.

Adapun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kejadian serupa diperkirakan akan semakin sering terjadi. Kematian akibat gelombang panas ekstrem menjadi salah satu dampak dari perubahan iklim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....