Venezuela Tetapkan 7 Hari Masa Berkabung Nasional setelah Gempa
- 02 Jul 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Venezuela menetapkan tujuh hari masa berkabung nasional setelah gempa kembar menewaskan 2.295 orang, dengan puluhan ribu orang masih hilang dan harapan menemukan korban selamat semakin menipis.
- Kerusakan parah terjadi di berbagai wilayah, terutama La Guaira, dengan ribuan bangunan runtuh, lebih dari 11.000 orang terluka, dan sekitar 13.000 kehilangan tempat tinggal.
- Krisis kemanusiaan memburuk akibat kekurangan makanan dan air bersih, disertai penjarahan, risiko wabah penyakit, serta keterbatasan respons pemerintah meski bantuan internasional mulai berdatangan.
RRI.CO.ID, Caracas — Venezuela menetapkan tujuh hari masa berkabung nasional atas bencana gempa kembar yang mengguncang negara tersebut. Jumlah korban meninggal meningkat menjadi 2.295 orang, dikutip dari France24, Kamis, 2 Juli 2026.
Presiden sementara Delcy Rodriguez mengumumkan masa berkabung tersebut dan menyebut negara tengah berduka mendalam atas besarnya kehilangan jiwa. Puluhan ribu orang masih belum diketahui keberadaannya, sementara harapan menemukan korban selamat semakin memudar satu minggu setelah bencana.
Gempa tersebut terjadi di wilayah Venezuela yang sebelumnya sudah mengalami krisis berkepanjangan, sehingga memperparah kondisi kemanusiaan di lapangan. Banyak penyintas kini menghadapi kekurangan makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya.
Kota La Guaira menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Banyak bangunan runtuh dan diberi tanda huruf “D” sebagai indikasi tidak ditemukan tanda kehidupan.
Tim penyelamat menyatakan bahwa di banyak lokasi tidak lagi ditemukan indikasi korban selamat. Namun, masih ada beberapa kasus penyintas yang berhasil ditemukan, termasuk seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang selamat.
Para ahli menilai peluang korban yang terjebak untuk bertahan hidup sangat kecil setelah 72 jam pascagempa. Sementara itu, Ketua Majelis Nasional Venezuela melaporkan lebih dari 11.000 orang terluka dan sekitar 13.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 50.000 orang masih hilang. Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 tersebut menghancurkan berbagai wilayah yang sebelumnya sudah lemah secara infrastruktur dan layanan publik.
Situasi diperburuk oleh kondisi politik Venezuela yang tengah berada dalam masa transisi yang tidak stabil. Bantuan internasional mulai berdatangan untuk mendukung operasi penyelamatan, meski warga setempat mengkritik minimnya respons pemerintah.
Kehidupan sehari-hari di wilayah terdampak lumpuh, dengan makanan dan air bersih menjadi barang langka. Kondisi ini memicu insiden penjarahan dan pencurian, bahkan sejumlah aparat kepolisian dilaporkan ditangkap karena terlibat pencurian barang korban.
Organisasi kemanusiaan menyebut situasi sangat kritis, sementara WHO memperingatkan meningkatnya risiko wabah penyakit akibat rendahnya cakupan vaksinasi. Bantuan internasional terus diminta untuk menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin meluas di Venezuela pascagempa besar tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....