Dubes RI Pastikan Tidak Ada WNI jadi Korban Gempa di Venezuela

  • 29 Jun 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 3. KBRI di Caracas terus memantau kondisi WNI pasca gempa
  • 1. Pemerintah Indonesia memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban gempa di Venezuela
  • 2. Dampak dari gempa cukukp siginfikan baik korban meninggal dunia maupun kerusakan bangunan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban akibat gempa bumi kembar yang menguncang Venezuela. Hal itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Venezuela Fikry Cassidy.

Fikry mengatakan, seluruh WNI yang berada d Venezuela dalam keadaan selamat. Selain itu, juga tidak ada kerusakan pada gedung wisma Kedutaan Besar RI yang berada di Caracas.

"Saat ini jumlah WNI di Venezuela adalah 38 orang dari total 40 orang. Seluruh WNI berada dalam keadaan aman. Kondisi gedung dan wisma dalam keadaan baik pula," kata Fikry, saat dihubungi RRI.CO.ID, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terus memantau kondisi WNI di Venezuela termasuk dampak dari gempa. KBRI, kata Fikry, memiliki prosedur tanggap darurat yang telah disosialisasikan kepada WNI.

Menurutnya, KBRI aktif menghubungi WNI untuk memastikan WNI dalam keadaan baik. Ia meminta WNI untuk menghubungi KBRI melalui jalur komunikasi yang disiapkan KBRI.

"KBRI telah memiliki prosedur tanggap darurat yang telah diterapkan semenjak kwartal ke-empat tahun 2025 dan telah pula disosialisaikan kepada seluruh WNI. Saat ini, KBRI secara aktif dan berkala menghubungi seluruh WNI untuk memastikan kondisi mereka melalui jalur komunikasi yang tersedia," ujarnya.

Fikry mengatakan, gempa yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026, menyebabkan kerusakan gedung hingga korban jiwa yang jumlahnya signifikan. Berdasarkan data pemerintah setempat, Sabtu, 27 Juni 2026, jumlah korban jiwa mencapai 1.430 orang.

Angka itu diperkirakan akan terus bertambah karena diduga masih banyak warga yang tertimbun sibawah reruntuhan gedung. "3.238 warga mengalami luka-luka, sebanyak 3.142 keluarga dilaporkan telah kehilangan tempat tinggal mereka," ujarnya menjelaskan.

Pemerintah setempat melarang warga berkendara dengan kendaraan pribadi ke La Guaira, wilayah paling parah akibat gempat. Larangan tersebut agar memudahkan mobilitas alat berat dan petugas membawa korban ke rumah sakit.

"Warga dilarang berkendara dengan kendaraan pribadi menuju wilayah La Guaira demi menjaga jalur tetap bersih. Sehingga mobilitas alat berat dan ambulans pembawa korban luka menuju rumah sakit tidak terhambat," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....