Gempa Venezuela Banyak Korban, Tim Penyelamat Internasional Berdatangan

  • 27 Jun 2026 12:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Korban gempa di Venezuela mencapai 920 orang tewas dan 3.360 terluka, dengan jumlah korban diperkirakan masih bertambah karena banyak warga masih hilang dan proses pencarian terus berlangsung.
  • Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 menyebabkan kerusakan besar, terutama di La Guaira dan Caracas, merusak rumah sakit, pusat perbelanjaan, serta sekitar 1.000 fasilitas umum, sementara 214 gempa susulan telah terjadi.
  • Bantuan internasional mulai berdatangan dari Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Meksiko, dan Swiss, sementara PBB menyerukan respons kemanusiaan global untuk membantu penanganan bencana di Venezuela.

RRI.CO.ID, Caracas — Sedikitnya 920 orang tewas dan 3.360 lainnya terluka akibat dua gempa besar Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026. Pemerintah menyatakan jumlah korban masih berpotensi bertambah karena banyak orang masih dinyatakan hilang.

Melansir dari BBC News, tim penyelamat terus melakukan pencarian di berbagai wilayah yang terdampak gempa. Gempa kedua berkekuatan magnitudo 7,5 dan menjadi salah satu yang terkuat yang pernah melanda Venezuela dalam satu abad terakhir.

La Guaira menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Sementara itu, puluhan bangunan di Caracas dan wilayah utara negara itu runtuh, termasuk rumah sakit, pusat perbelanjaan, serta sejumlah fasilitas umum.

Sebanyak 214 gempa susulan juga telah tercatat sejak gempa utama terjadi. Ketua Majelis Nasional Jorge Rodríguez mengatakan sedikitnya 172 orang masih diyakini terjebak di bawah reruntuhan.

Sementara itu, sedikitnya 243 orang berhasil diselamatkan hidup-hidup di La Guaira. Presiden Sementara Delcy Rodríguez menyatakan setiap korban yang berhasil dievakuasi memberikan harapan baru bagi keluarga mereka di tengah proses pencarian.

Kerusakan infrastruktur memperparah situasi darurat. Sekitar 1.000 fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, sementara rumah sakit yang masih beroperasi kewalahan menangani ribuan korban.

Para tenaga medis mengaku fasilitas kesehatan telah lama kekurangan obat-obatan dan peralatan, sehingga penanganan korban menjadi semakin sulit. Di sejumlah lokasi, tim penyelamat bahkan terpaksa menggali reruntuhan dengan tangan kosong karena keterbatasan alat.

Jalan yang rusak dan gangguan komunikasi yang menghambat operasi penyelamatan. Ratusan personel penyelamat internasional telah tiba di Venezuela untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi.

Inggris mengirim tim pencarian dan penyelamatan lengkap, sementara Amerika Serikat, Belanda, Meksiko, dan Swiss turut mengirimkan bantuan serta personel. Amerika Serikat juga mengerahkan kapal perang, pesawat angkut, dan bantuan kemanusiaan senilai 150 juta dolar AS (Rp2,6 triliun).

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan respons kemanusiaan global untuk membantu Venezuela menghadapi bencana tersebut. Sejumlah warga negara asing, termasuk dari Portugal, Brasil, dan Spanyol, juga dilaporkan menjadi korban jiwa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....