Qatar Sebut Perundingan Tidak Langsung AS-Iran di Doha Capai Kemajuan
- 02 Jul 2026 15:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Qatar laporkan kemajuan perundingan AS-Iran setelah mediasi tidak langsung di Doha bersama Pakistan. Kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan, termasuk implementasi Nota Kesepahaman Islamabad.
- Perundingan nuklir akan memasuki tahap teknis, sementara Wakil Presiden AS JD Vance menyebut proses berjalan positif. Pertemuan lanjutan dijadwalkan setelah rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran berakhir pada 9 Juli.
- Ketegangan keamanan kawasan tetap menjadi perhatian, dengan Iran memperingatkan akan merespons jika Israel menyerang.
RRI.CO.ID, Doha — Qatar menyatakan terdapat kemajuan dalam perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Doha. Kemajuan tersebut dicapai setelah Qatar dan Pakistan memediasi pertemuan secara terpisah dengan delegasi kedua negara.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengatakan pembahasan difokuskan pada implementasi Nota Kesepahaman Islamabad. Ia menjelaskan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pembicaraan yang sebelumnya berlangsung di Danau Lucerne.
Melansir dari Xinhua, Kamis, 2 Juli 2026, menurut Al-Ansari, kedua pihak mencatat kemajuan yang positif dan sepakat untuk melanjutkan pembahasan. Pertemuan berikutnya akan dijadwalkan secepat mungkin setelah rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran selesai pada 9 Juli.
Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengatakan perundingan di Doha berjalan dengan baik. Ia menyebut pembahasan mengenai isu nuklir akan segera dimulai setelah para perunding teknis bertemu dengan delegasi Iran dan Qatar.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan akan memberikan respons yang kuat apabila Israel melancarkan serangan. Ia juga kembali mendesak Amerika Serikat untuk menahan sekutunya tersebut, dikutip dari CNN.
Situasi di Selat Hormuz juga menjadi perhatian di tengah berlangsungnya perundingan. Data MarineTraffic menunjukkan sedikitnya 35 kapal melintasi jalur pelayaran dalam 24 jam terakhir, menandakan aktivitas pelayaran tetap berlangsung normal.
Komandan militer Amerika Serikat yang memimpin pasukan di Timur Tengah menggelar pembicaraan dengan sejumlah pejabat militer kawasan. Pembahasan difokuskan pada situasi keamanan regional, termasuk kondisi di Selat Hormuz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....