Lalu Lintas Kapal Selat Hormuz Naik 54 Persen usai Kesepakatan AS-Iran

  • 01 Jul 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jumlah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz naik hampir 54 persen dalam sepekan setelah kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku.
  • Meski aktivitas pelayaran kembali meningkat, proses negosiasi AS-Iran masih rapuh sehingga pelaku industri tetap berhati-hati terhadap risiko keamanan di kawasan.
  • Sebagian besar kapal yang melintas merupakan tanker pengangkut minyak dari negara-negara Teluk, dengan mayoritas masih menggunakan jalur di perairan Iran, termasuk armada bayangan (shadow fleet) dan kapal yang dikenai sanksi.

RRI.CO.ID, Teheran — Lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz meningkat lebih dari 50 persen dalam sepekan terakhir. Peningkatan tersebut terjadi setelah tercapainya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran, dilansir dari Anadolu, Rabu, 1 Juli 2026.

Meski demikian, proses negosiasi antara kedua negara masih berlangsung dalam kondisi yang rapuh. Oleh karena itu, pelaku industri pelayaran tetap berhati-hati dalam menggunakan jalur strategis tersebut.

Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dicapai pada 14 Juni dan mulai berlaku pada 18 Juni. Sebelum perang pecah pada akhir Februari, sekitar 130 kapal komersial melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Namun, aktivitas pelayaran sempat hampir terhenti akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran. Sejak kesepakatan diberlakukan, lalu lintas kapal mulai kembali pulih meski masih sekitar 70 persen lebih rendah dibandingkan sebelum perang.

Pelaku industri pelayaran masih terus mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan. Mereka menilai ketidakpastian dalam proses negosiasi masih menjadi risiko utama bagi aktivitas pelayaran.

Data perusahaan analitik Kpler menunjukkan 223 kapal komersial melintas pada periode 15–21 Juni dengan rata-rata 32 kapal per hari. Jumlah lalu lintas harian terendah tercatat sebanyak 19 kapal pada 17 Juni, sedangkan jumlah tertinggi mencapai 54 kapal pada 22 Juni.

Pada periode 22–28 Juni, jumlah kapal yang melintas meningkat menjadi 343 unit atau rata-rata 49 kapal per hari. Jumlah terendah tercatat 24 kapal pada 28 Juni, sementara puncak lalu lintas terjadi pada 24 Juni dengan 76 kapal.

Secara keseluruhan, lalu lintas kapal di Selat Hormuz meningkat hampir 54 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Sebagian besar kapal yang melintas merupakan kapal tanker pengangkut minyak mentah dan produk minyak bumi.

Kapal-kapal tersebut sebagian besar berasal dari Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait. Data Kpler juga mencatat sedikitnya 6 juta barel minyak mentah melintasi Selat Hormuz pada Senin, 29 Juni 2026.

Meski aktivitas pelayaran mulai meningkat, sebagian besar kapal masih memilih jalur yang berada di perairan teritorial Iran. Mayoritas pelayaran tersebut dilakukan oleh armada bayangan (shadow fleet) dan kapal-kapal yang dikenai sanksi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....