Qatar: Utusan AS Tiba di Doha, Tak Ada Dialog Langsung dengan Iran

  • 01 Jul 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Qatar menegaskan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner hanya akan bertemu para mediator di Doha, tanpa agenda pembicaraan langsung dengan pejabat Iran.
  • Pembahasan mencakup negosiasi nuklir Iran, pencabutan sanksi AS, keamanan kawasan, serta pelaksanaan Nota Kesepahaman (MoU) yang mengatur gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • Meski AS dan Iran telah menyepakati penghentian sementara aksi militer, perbedaan pernyataan mengenai pembicaraan teknis menunjukkan proses negosiasi masih menghadapi tantangan.

RRI.CO.ID, Doha — Utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner, tiba di Doha, Qatar. Kedatangan mereka bertujuan untuk membahas perkembangan perundingan Amerika Serikat dan Iran bersama para mediator.

Namun, pemerintah Qatar menegaskan kedua utusan tersebut tidak akan menggelar pertemuan langsung dengan pejabat Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan tidak ada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung beberapa hari ke depan.

Melansir dari Anadolu, Rabu, 1 Juli 2026, ia juga menegaskan belum ada rencana pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, pembahasan akan difokuskan pada berbagai isu regional, termasuk negosiasi dengan Iran, situasi di Lebanon, dan persoalan keamanan kawasan.

Sebelumnya, Amerika dan Iran sepakat menghentikan aksi saling serang setelah konflik yang dipicu sengketa mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Ketegangan tersebut sempat mengancam kesepakatan awal untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan dan Qatar. MoU tersebut mengharuskan penghentian operasi militer di seluruh front, termasuk Lebanon.

MoU tersebut juga mengharuskan pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas dunia. Kedua pihak juga diberikan waktu sedikitnya 60 hari untuk mencapai kesepakatan final.

Kesepakatan tersebut mencakup program nuklir Iran, pencabutan sanksi Amerika Serikat, dan gencatan senjata permanen. Putaran pertama perundingan telah berlangsung di Swiss sepekan lalu.

Meski demikian, ketegangan kembali meningkat ketika muncul serangan terhadap kapal kargo. Seorang pejabat AS kemudian mengatakan kedua pihak telah sepakat menghentikan aksi militer untuk sementara.

Pejabat tersebut juga memastikan kapal-kapal dapat kembali melintas dengan aman, sementara pembicaraan teknis tetap dilanjutkan. Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membantah adanya rencana pembicaraan teknis pada pekan ini.

Presiden Donald Trump kemudian mengatakan Iran telah meminta pertemuan di Doha pada Selasa. Sementara itu, Gedung Putih mengumumkan Steve Witkoff dan Jared Kushner berangkat ke Qatar untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi.

Meski demikian, Ansari kembali menegaskan bahwa kedua utusan Amerika Serikat hanya akan bertemu dengan para mediator. Ia menambahkan pembicaraan teknis di tingkat pejabat akan tetap berlangsung pekan ini dan berpotensi ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....