Iran dan Oman Gelar Pertemuan Perdana Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
- 30 Jun 2026 14:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran dan Oman menggelar pertemuan perdana Komite Bersama Selat Hormuz di Muscat untuk membahas pengelolaan jalur pelayaran strategis tersebut berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad.
- Iran menegaskan kapal harus melintasi koridor pelayaran di dekat wilayah pantainya dan memperingatkan bahwa perubahan jalur dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.
- Perluasan jalur pelayaran oleh Angkatan Laut AS di dekat pantai Oman ditolak Iran, yang menilai langkah tersebut dapat memperumit situasi dan mendorong pengawasan lebih ketat di Selat Hormuz.
RRI.CO.ID, Muscat — Iran dan Oman menggelar pertemuan perdana Komite Bersama Selat Hormuz di Muscat. Pertemuan tersebut digelar untuk membahas kondisi terkini serta pengelolaan jalur pelayaran Selat Hormuz di masa depan.
Mengutip dari Anadolu, Selasa, 30 Juni 2026, pertemuan tersebut dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi. Ia memimpin pertemuan tersebut bersama Duta Besar Keliling Kementerian Luar Negeri Oman Abdulaziz Al-Hinai.
Kedua pihak membahas pengelolaan Selat Hormuz berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad serta hak-hak kedaulatan negara-negara pesisir. Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak Iran menandatangani kesepakatan kerangka dengan Amerika Serikat awal bulan ini.
Selat Hormuz masih menjadi isu utama dalam hubungan kedua negara. Sebelum perang, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut.
Iran menegaskan kapal-kapal harus menggunakan koridor pelayaran yang berada dekat wilayah pantainya. Iran juga memperingatkan bahwa upaya menghindari jalur tersebut dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.
Sementara itu, Angkatan Laut Amerika Serikat memperluas jalur pelayaran di dekat pantai Oman. Langkah tersebut dipandang Iran sebagai tantangan terhadap kewenangannya dalam mengatur lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai perubahan jalur pelayaran hanya akan memperumit situasi dan menunda pembukaan kembali selat. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....