Iran dan Qatar Bahas Implementasi Kesepakatan sementara dengan AS di Doha

  • 02 Jul 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran dan Qatar membahas implementasi kesepakatan sementara Iran-AS di Doha, termasuk pembentukan kelompok kerja dan strategi untuk mempercepat pelaksanaan kesepakatan menuju perjanjian final.
  • Iran, Qatar, dan Pakistan menggelar pertemuan trilateral serta membentuk kelompok pengawas dan saluran komunikasi darurat untuk memantau, melaporkan, dan mengevaluasi pelaksanaan nota kesepahaman (MoU).
  • Nota kesepahaman Iran-AS yang ditandatangani pada 18 Juni mencakup penghentian konflik, termasuk di Lebanon, dan dilanjutkan dengan perundingan teknis di Swiss yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan.

RRI.CO.ID, Doha - Iran dan Qatar menggelar pertemuan di Doha untuk membahas implementasi kesepakatan sementara antara Iran dan Amerika Serikat. Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dilansir dari Xinhua, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia bertemu dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. Pembahasan difokuskan pada pelaksanaan ketentuan dalam kesepakatan sementara serta strategi untuk mempercepat implementasinya, termasuk terkait situasi di Lebanon.

Gharibabadi mengatakan kelompok kerja telah dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan dan mempersiapkan perundingan menuju kesepakatan final. Namun, pembicaraan dalam format tersebut hingga kini belum dimulai.

Ia menjelaskan konsultasi mengenai waktu dan lokasi perundingan masih berlangsung melalui para mediator. Selain itu, Iran, Qatar, dan Pakistan juga menggelar pertemuan trilateral di Doha untuk meninjau perkembangan implementasi kesepakatan sementara tersebut.

Gharibabadi kemudian mengumumkan berakhirnya perundingan di Doha mengenai implementasi nota kesepahaman (MoU) perdamaian Iran dan Amerika Serikat. Delegasi Iran yang terdiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, Bank Sentral, dan Kementerian Pertanian mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Qatar.

Delegasi tersebut juga menghadiri dua pertemuan bersama perwakilan Qatar dan Pakistan. Pertemuan pertama kelompok pengawas implementasi MoU turut diselenggarakan dengan melibatkan para negosiator senior dari ketiga negara.

Iran menegaskan seluruh kewajiban dalam MoU merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ketiga pihak juga sepakat membentuk saluran komunikasi darurat bagi kelompok pemantau.

Saluran komunikasi tersebut dibentuk untuk melaporkan, membahas, dan mengevaluasi setiap dugaan pelanggaran terhadap nota kesepahaman tersebut. Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman perdamaian pada 18 Juni.

Nota kesepahaman tersebut mencakup penghentian konflik di berbagai front, termasuk Lebanon. Perundingan teknis kedua negara kemudian dimulai di Swiss pada 22 Juni setelah konsultasi yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....