Italia: Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz Bisa Memakan Waktu Dua Bulan

  • 02 Jul 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Militer Italia memperkirakan pembersihan ranjau di Selat Hormuz membutuhkan waktu hingga dua bulan, bergantung pada lokasi dan sebaran puluhan ranjau canggih yang terdeteksi di kawasan tersebut.
  • Italia siap bergabung dalam misi internasional dengan mengerahkan dua kapal penyapu ranjau dan kapal pendukung untuk membantu mengamankan jalur pelayaran serta mendukung pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • Pemerintah Italia menegaskan dukungannya terhadap upaya diplomatik AS-Iran, sambil menekankan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus tetap terjamin.

RRI.CO.ID, Roma — Militer Italia memperkirakan proses pembersihan ranjau di Selat Hormuz akan memakan waktu hingga dua bulan. Lama operasi bergantung pada lokasi dan sebaran ranjau di kawasan selat tersebut, dilansir dari Daily Beirut, Kamis, 2 Juli 2026.

Angkatan bersenjata Italia menyebut hasil penilaian awal menunjukkan terdapat puluhan ranjau canggih yang berada di selat tersebut. Kepala Staf Angkatan Laut Italia, Giuseppe Perotti Bergotto, mengatakan proses pembersihan ranjau dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.

Hal itu dapat dilakukan apabila lokasi ladang ranjau berhasil diidentifikasi secara akurat. Namun, operasi tersebut diperkirakan memerlukan waktu lebih lama jika ranjau tersebar di wilayah yang luas.

Italia menilai pembersihan ranjau menjadi langkah penting untuk menjamin keselamatan pelayaran internasional di Selat Hormuz. Italia menyatakan siap berpartisipasi dalam misi internasional pembersihan ranjau untuk mendukung upaya tersebut.

Italia akan mengerahkan dua kapal penyapu ranjau beserta kapal-kapal pendukung sebagai bagian dari pasukan multinasional yang bertugas mengamankan jalur pelayaran. Pada 15 Juni, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengumumkan kesiapan negaranya untuk memperkuat kehadiran angkatan laut internasional.

Langkah tersebut bertujuan mendukung pembukaan kembali Selat Hormuz. Langkah tersebut akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari parlemen Italia.

Meloni juga menyambut baik kesepahaman yang dicapai antara Washington dan Teheran. Bersama Prancis, Jerman, dan Inggris, Italia menyampaikan dukungannya terhadap perkembangan tersebut.

Italia juga mengapresiasi peran para mediator, khususnya Qatar dan Pakistan, dalam memfasilitasi tercapainya kesepakatan. Pemerintah Italia menegaskan akan terus mendukung proses diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang komprehensif antara Amerika Serikat dan Iran.

Meloni menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia juga menekankan kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus tetap terjamin demi menjaga keamanan jalur pelayaran dan kelancaran perdagangan global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....