PBB Desak Negara-negara Adaptasi Infrastruktur Transportasi terhadap Iklim
- 01 Jul 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UNECE memperingatkan negara-negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Tengah agar segera memperkuat ketahanan infrastruktur transportasi karena dampak perubahan iklim semakin nyata.
- Jalan raya, rel kereta api, pelabuhan, bandara, dan jalur perairan diperkirakan menghadapi risiko yang lebih besar akibat gelombang panas, banjir, angin kencang, pencairan permafrost, dan kenaikan permukaan laut.
- UNECE menyebut langkah adaptasi sejak dini dapat mengurangi biaya hingga 50 persen dan mendesak pemerintah menjadikan ketahanan infrastruktur transportasi sebagai prioritas untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jenewa — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar infrastruktur transportasi segera beradaptasi dengan dampak perubahan iklim. Melalui Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE), organisasi tersebut memperingatkan besarnya risiko jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan.
Menurut UNECE, biaya akibat tidak beradaptasi dengan perubahan iklim akan jauh lebih besar dibandingkan investasi untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur. Peringatan tersebut ditujukan kepada negara-negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Tengah yang berada dalam cakupan UNECE.
Jalan raya, jalur kereta api, pelabuhan, bandara, serta jalur perairan diperkirakan akan menghadapi risiko yang semakin besar akibat perubahan iklim. Ancaman tersebut meliputi banjir, suhu tinggi, pencairan lapisan tanah beku permanen (permafrost), dan kenaikan permukaan laut.
Melansir dari UN News, Rabu, 1 Juli 2026. UNECE juga telah memetakan jaringan transportasi darat yang memerlukan perhatian khusus. Sekretaris Eksekutif UNECE, Tatiana Molcean, mengatakan sistem transportasi memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Gangguan pada sektor tersebut dapat menimbulkan dampak sosial maupun kerugian finansial yang besar. Menurut Molcean, cuaca ekstrem kini bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan telah menjadi kenyataan yang harus dihadapi.
Oleh karena itu, adaptasi terhadap infrastruktur transportasi menjadi langkah yang mendesak untuk mengurangi risiko kerusakan dan gangguan layanan. Laporan UNECE menyebut perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan kerusakan pada jalan raya dan jalur kereta api akibat gelombang panas.
Perubahan iklim juga diperkirakan memperbesar risiko banjir pada fasilitas transportasi serta menambah tantangan bagi pelabuhan dan bandara akibat angin kencang. Gelombang panas yang baru-baru ini melanda Eropa Barat disebut menjadi contoh nyata dampak perubahan iklim terhadap sektor transportasi.
Selain itu, antara 71 hingga 89 persen pelabuhan di dunia diperkirakan menghadapi risiko badai laut ekstrem pada akhir abad ini. UNECE menegaskan bahwa adaptasi sejak dini dapat memangkas biaya hingga 50 persen.
Lembaga tersebut juga mendesak pemerintah menjadikan ketahanan infrastruktur transportasi sebagai prioritas. Langkah itu dinilai penting agar layanan transportasi tetap mampu menopang aktivitas ekonomi dan masyarakat di tengah perubahan iklim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....