Tahap Awal Kesepakatan, Israel Mulai Mundur dari Lebanon Selatan
- 27 Jun 2026 15:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Implementasi awal kesepakatan Lebanon–Israel dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan, diikuti pengerahan Angkatan Bersenjata Lebanon sebagai tahap awal perjanjian.
- Kesepakatan juga mencakup pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara serta rencana penarikan bertahap Israel dari seluruh wilayah Lebanon, sekaligus menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon.
- Pemerintah Lebanon menyebut kesepakatan dicapai melalui koordinasi nasional di bawah Presiden Joseph Aoun dan PM Nawaf Salam, serta menegaskan pendekatan dialog sebagai dasar penyelesaian konflik dan upaya menuju stabilitas jangka panjang.
RRI.CO.ID, Beirut — Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengumumkan bahwa implementasi awal kerangka kesepakatan dengan Israel akan dimulai. Kesepakatan tersebut akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Setelah itu, Angkatan Bersenjata Lebanon akan dikerahkan ke wilayah tersebut sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan perjanjian. Pernyataan tersebut disampaikan di Washington setelah penandatanganan kesepakatan pada akhir putaran kelima perundingan antara Beirut dan Tel Aviv.
Melansir dari Anadolu, Sabtu, 27 Juni 2026, kedutaan menjelaskan bahwa kesepakatan mencakup pelaksanaan langkah-langkah di dua wilayah percontohan. Langkah tersebut meliputi penarikan pasukan Israel, pengerahan tentara Lebanon, serta pelucutan senjata kelompok bersenjata yang tidak berafiliasi dengan negara.
Langkah awal ini disebut sebagai tahap pertama menuju penarikan bertahap dan menyeluruh Israel dari seluruh wilayah Lebanon. Langkah tersebut juga sekaligus memastikan penghormatan penuh terhadap kedaulatan Lebanon.
Proses tersebut dirancang secara bertahap dengan tujuan memperkuat kontrol negara Lebanon atas wilayahnya. Kedutaan Besar Lebanon menegaskan bahwa kesepakatan dicapai di bawah kepemimpinan Presiden Joseph Aoun.
Proses tersebut juga melibatkan kerja sama Perdana Menteri Nawaf Salam serta koordinasi lembaga-lembaga konstitusional Lebanon. Pemerintah Lebanon menyebut langkah ini sebagai hasil upaya nasional yang terkoordinasi.
Lebanon juga menegaskan bahwa negara tersebut telah memilih jalur kedaulatan yang berbasis dialog, bukan perang. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju stabilitas jangka panjang di kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....