Trump Klaim Iran Minta Pertemuan di Doha, Teheran Bantah Ada Negosiasi Langsung
- 30 Jun 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Trump mengklaim Iran meminta pertemuan di Doha, tetapi Teheran membantah akan menggelar negosiasi langsung dengan Amerika Serikat.
- Iran mengonfirmasi delegasi ahlinya akan berada di Doha pekan ini, namun menegaskan pembahasan mengenai kesepakatan akhir belum dimulai.
- Di tengah perbedaan pernyataan kedua negara, Iran dan Oman mulai membahas pengelolaan Selat Hormuz yang tetap menjadi isu strategis bagi keamanan dan pelayaran di kawasan Timur Tengah.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran meminta pertemuan di Doha, Qatar, pada Selasa, 30 Juni 2026. Trump mengumumkan hal tersebut melalui platform Truth Social tanpa menyebutkan siapa saja yang akan menjadi peserta.
Gedung Putih kemudian menyatakan, utusan AS Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner akan terbang ke Doha. Kedatangan mereka bertujuan untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi, dilansir dari France24 dan The Guardian.
Namun, Iran membantah akan menggelar pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menegaskan tidak ada pertemuan negosiasi dengan AS beberapa hari ke depan.
Meski demikian, ia membenarkan bahwa delegasi ahli Iran akan berada di Doha pekan ini. Ia juga menegaskan bahwa proses menuju perundingan mengenai kesepakatan akhir belum dimulai.
Pernyataan Trump muncul setelah Iran dan Oman mengadakan pembicaraan mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Pembicaraan tersebut menjadi pertemuan pertama sejak kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dicapai.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan Komite Bersama Hormuz telah menggelar pertemuan perdana di Muscat. Meski Iran dan Oman berbagi wilayah di Selat Hormuz, berdasarkan hukum internasional keduanya tidak dapat menutup jalur pelayaran secara sepihak.
Iran juga memperingatkan kapal-kapal agar tetap menggunakan koridor pelayaran yang berada dekat dengan wilayah pantainya. Teheran menilai setiap upaya menghindari jalur tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....