Lebanon: Perundingan dengan Israel Berjalan Terpisah dari Dialog AS–Iran
- 25 Jun 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan negosiasi dengan Israel berlangsung melalui jalur terpisah dari pembicaraan AS–Iran di Swiss. Perundingan tersebut bertujuan mencapai kesepakatan dan perdamaian berkelanjutan.
- Lebanon mendorong penguatan gencatan senjata, penarikan pasukan Israel, pengerahan tentara Lebanon, pemulangan warga, pembebasan tahanan, serta pemulihan wilayah terdampak konflik.
- Presiden Lebanon menyatakan negaranya ingin mengambil peran lebih besar dalam menentukan masa depan sendiri.
RRI.CO.ID, Beirut — Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa perundingan antara Lebanon dan Israel di Washington berlangsung melalui jalur tersendiri. Proses tersebut berbeda dari pembicaraan Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Swiss, dilansir dari Anadolu, Kamis, 25 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Aoun bertemu dengan delegasi parlemen Inggris. Aoun mengatakan bahwa pemerintah Lebanon saat ini berupaya memperkuat gencatan senjata di wilayah selatan negara tersebut.
Langkah selanjutnya mencakup penarikan pasukan Israel dan pengerahan tentara Lebanon di wilayah terdampak. Proses tersebut juga meliputi pemulangan warga, pembebasan tahanan, serta dimulainya rekonstruksi.
“Upaya sedang dilakukan untuk memperkuat gencatan senjata di Lebanon selatan, yang akan dilanjutkan dengan penarikan pasukan Israel, pengerahan tentara Lebanon, kembalinya warga, pembebasan tahanan, serta dimulainya proses rekonstruksi,” kata Aoun.
Menurut Aoun, pembahasan mengenai pembentukan “zona percontohan” masih berlangsung dan menunggu persetujuan dari Israel. Ia menilai negosiasi yang berlangsung di Washington dapat menjadi dasar bagi program yang jelas untuk memenuhi tuntutan Lebanon.
Menurutnya, langkah tersebut dapat membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan. Aoun juga menegaskan bahwa Lebanon ingin mengambil peran lebih besar dalam menentukan masa depannya sendiri.
Ia menyebut negaranya telah mulai mendapatkan kembali posisi dan kewenangan dalam pengambilan keputusan. Aoun juga menegaskan komitmen untuk bernegosiasi secara mandiri.
Putaran terbaru perundingan Lebanon–Israel dimulai pada Selasa, 23 Juni 2026 di Washington, setelah empat putaran sebelumnya berlangsung sejak April. Proses tersebut bertujuan mencapai kesepakatan antara kedua pihak.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan putaran baru negosiasi langsung Lebanon–Israel pada 23 hingga 25 Juni di Washington. Pembicaraan tersebut dilakukan setelah Nota Kesepahaman AS–Iran mulai berlaku pada 18 Juni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....