Kesepakatan AS–Iran Dorong Peningkatan Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz

  • 24 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lalu lintas kapal di Selat Hormuz meningkat setelah kesepakatan AS–Iran, dengan 172 kapal melintas, namun masih di bawah rata-rata sebelum konflik.
  • Aktivitas pelayaran dan perdagangan minyak mulai pulih, ditandai turunnya harga minyak Brent serta meningkatnya ekspor minyak Iran setelah pelonggaran sanksi AS.
  • Kondisi Selat Hormuz belum stabil sepenuhnya, dengan banyak kapal masih menunggu, penggunaan rute berbeda, serta kekhawatiran ranjau dan aturan izin dari Iran.

RRI.CO.ID, Teheran — Sebanyak 172 kapal telah melintasi Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan yang bertujuan meredakan konflik. Jumlah tersebut menurut data perusahaan intelijen maritim Kpler, dilansir dari BBC News, Rabu, 24 Juni 2026.

Pada hari Sabtu, 20 Juni 2026 saja, tercatat 42 kapal melintasi jalur strategis tersebut. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata sebelum konflik yang mencapai sekitar 138 kapal per hari.

Data pelacakan menunjukkan lebih dari 200 kapal tanker masih menunggu di dalam selat. Sementara itu, sekitar 10 kapal lainnya bergerak menuju wilayah Teluk.

Kondisi ini menunjukkan bahwa arus pelayaran belum sepenuhnya kembali normal meski kesepakatan telah berlaku. Di pasar energi, harga minyak Brent dilaporkan turun ke level terendah sejak perang dimulai.

Penurunan ini terjadi setelah kesepakatan AS–Iran yang turut memengaruhi aktivitas perdagangan minyak global. Banyak kapal tanker yang melintas diketahui terkait dengan pengiriman minyak Iran, setelah pencabutan blokade laut sebagai bagian dari kesepakatan.

Sekitar 30 tanker dilaporkan telah meninggalkan Teluk membawa minyak dan petrokimia Iran, menurut data lembaga United Against Nuclear Iran. Amerika Serikat juga melonggarkan sanksi lama dengan memberikan izin penjualan minyak dan produk energi Iran hingga 21 Agustus.

Sejumlah kapal yang sebelumnya masuk daftar sanksi AS juga dilaporkan kembali melintas di Selat Hormuz. Perdagangan normal juga meningkat, beberapa kapal LNG menuju pelabuhan Ras Laffan di Qatar serta kapal lain keluar dari Teluk.

Namun, seluruh pelayaran tersebut masih menggunakan rute utara yang disetujui Iran, bukan jalur selatan dekat Oman yang direkomendasikan Amerika Serikat. Data pelacakan menunjukkan lebih dari 250 kapal tanker dan 440 kapal kargo masih berada di wilayah Teluk.

Sebagian besar dari kapal tersebut dalam kondisi berlabuh atau tidak bergerak, hanya sebagian kecil yang membawa muatan aktif. Kesepakatan AS–Iran menetapkan jaminan transit kapal selama 60 hari serta kerja sama Iran dengan Oman dalam pengelolaan Selat Hormuz.

Iran juga mewajibkan izin resmi dari otoritasnya bagi kapal yang melintas. Namun, Amerika Serikat dan sekutunya memperingatkan adanya potensi ranjau di jalur pelayaran tengah.

Peringatan potensi ranjau tersebut membuat sebagian kapal menghindari rute tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran masih belum kembali ke tingkat normal sebelum perang, meski tanda-tanda pemulihan mulai terlihat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....