Iran Tegaskan Pelayaran Selat Hormuz Harus Dikoordinasikan dengan Teheran
- 27 Jun 2026 14:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran menegaskan keamanan pelayaran di Selat Hormuz bergantung pada koordinasi dengan Teheran, serta menolak pengaturan maupun jalur alternatif yang dibuat tanpa mempertimbangkan kepentingannya sebagai negara pesisir.
- Teheran meminta setiap pengaturan pelayaran mengacu pada Pasal 5 Memorandum Saling Pengertian Islamabad, dan memperingatkan akan menangguhkan jalur alternatif jika persyaratan tersebut tidak dipenuhi.
- Pernyataan Iran merupakan respons terhadap seruan AS dan GCC yang mendorong kebebasan pelayaran tanpa syarat di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran menegaskan pelayaran yang aman di Selat Hormuz tidak dapat dijamin tanpa adanya koordinasi dengan Teheran. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia menanggapi seruan Amerika Serikat dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengenai kebebasan pelayaran di jalur strategis tersebut. Gharibabadi mengatakan pengaturan pelayaran yang dibuat tanpa melibatkan Iran tidak dapat menjamin keamanan di Selat Hormuz.
Gharibabadi juga menilai jalur alternatif yang mengabaikan kepentingan Teheran tidak akan mampu menjamin pelayaran yang aman. Menurutnya, posisi Iran sebagai negara pesisir harus dihormati dalam setiap pengaturan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Melalui unggahan di media sosial X, Gharibabadi menyatakan setiap kerangka pelayaran harus disusun bersama Teheran. Ia juga menegaskan bahwa pengaturan tersebut harus mengacu pada Pasal 5 MoU Islamabad antara Iran dan Amerika Serikat.
Gharibabadi menilai pengaturan yang bersifat ambigu dan keputusan sepihak terkait Selat Hormuz tidak dapat diterima. Ia memperingatkan bahwa Iran akan menangguhkan jalur alternatif yang ditetapkan apabila persyaratan tersebut tidak dipenuhi.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Selat Hormuz berada di wilayah perairan teritorial Iran dan Oman. Oleh karena itu, pengelolaan pelayaran di jalur tersebut akan mengacu pada Pasal 5 dalam Memorandum Saling Pengertian Islamabad.
Pernyataan tersebut merupakan respons terhadap komunike bersama Amerika Serikat dan GCC yang menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz. Dalam komunike itu, kedua pihak juga menekankan pentingnya kebebasan pelayaran yang bebas, tanpa syarat, dan tanpa pembatasan.
Selain itu, AS dan GCC menolak penerapan pungutan, biaya, maupun upaya pihak mana pun untuk menguasai Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran paling strategis di dunia dan berperan penting dalam perdagangan energi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....