IMO Tangguhkan Evakuasi Selat Hormuz setelah Serangan Kapal

  • 26 Jun 2026 14:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Organisasi Maritim Internasional (IMO) menangguhkan rencana evakuasi lebih dari 11.000 pelaut di Selat Hormuz setelah serangan terhadap sebuah kapal di Teluk Oman.
  • Kapal kargo yang terkena proyektil di lepas pantai Oman mengalami kerusakan pada anjungan, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan lingkungan.
  • Amerika Serikat menyelidiki serangan tersebut dan menegaskan pentingnya kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, sementara IMO akan melanjutkan evakuasi setelah kondisi keamanan dinilai lebih jelas.

RRI.CO.ID, Teheran — Organisasi Maritim Internasional (IMO) menunda rencana evakuasi para pelaut yang terdampar di Selat Hormuz. Penundaan tersebut dilakukan setelah terjadi serangan terhadap sebuah kapal di Teluk Oman, dilansir dari Anadolu.

Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis, 25 Juni 2026 dengan alasan untuk memastikan keselamatan pelaut dan keamanan navigasi di kawasan tersebut. Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez mengatakan keselamatan pelaut tetap menjadi prioritas utama.

Menurutnya, rencana evakuasi ditunda hingga terdapat kejelasan mengenai situasi keamanan agar pelaksanaannya dapat dilakukan secara terkoordinasi. Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam setelah IMO bersama Oman mengumumkan rencana evakuasi.

Rencana tersebut ditujukan bagi lebih dari 11.000 pelaut yang terdampar di kawasan Selat Hormuz. Sebelumnya, sebuah kapal kargo terkena proyektil yang belum diketahui asalnya di lepas pantai Oman.

Serangan tersebut dilaporkan oleh Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO). Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada anjungan kapal, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan lingkungan.

Menanggapi insiden itu, seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan Washington telah mengetahui laporan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Ia juga mengutip pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa Iran tidak boleh mengganggu kelancaran arus pelayaran Selat Hormuz. Sementara itu, IMO menyatakan rencana evakuasi akan dilanjutkan setelah kondisi keamanan di kawasan tersebut dinilai lebih aman dan jelas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....