PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terjebak di Selat Hormuz

  • 25 Jun 2026 12:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Organisasi Maritim Internasional PBB (IMO) memulai operasi evakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
  • Evakuasi dilakukan dengan kerja sama Iran, Oman, AS, negara-negara pesisir, dan industri maritim, di tengah peningkatan aktivitas pelayaran yang masih dibatasi risiko tinggi dan dilakukan secara bertahap.
  • Meski pembicaraan damai dan misi internasional mulai berjalan, ratusan kapal masih terjebak dan belum ada kepastian kapan Selat Hormuz sepenuhnya dibuka kembali.

RRI.CO.ID, Teheran — Organisasi Maritim Internasional PBB (IMO) mulai mengevakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak di Selat Hormuz. Operasi tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman, dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 25 Juni 2026.

Sebelumnya, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, menyebabkan banyak kapal tertahan di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan operasi evakuasi dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa pihak.

Pihak-pihak tersebut yaitu Iran, Oman, Amerika Serikat, negara-negara pesisir di kawasan, serta industri maritim internasional. Menurutnya, IMO telah memperoleh jaminan keselamatan yang diperlukan dan memastikan kondisi navigasi aman untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut.

Sejak tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran pekan lalu, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai meningkat. Data dari badan intelijen pelayaran Kpler menunjukkan sedikitnya 36 kapal komersial melintasi selat tersebut pada Senin, 22 Juni 2026.

Jumlah tersebut menjadi jumlah tertinggi sejak perang dimulai. Kementerian Pertahanan Oman menjelaskan bahwa proses evakuasi akan dilakukan secara bertahap dan terkendali.

Rencana tersebut sebenarnya telah dibahas selama berbulan-bulan. Namun, tingginya risiko tabrakan kapal di perairan yang padat membuat pelaksanaannya harus dilakukan secara hati-hati.

Di tengah upaya normalisasi lalu lintas pelayaran, Denmark mengumumkan akan bergabung dalam misi maritim internasional yang diprakarsai Prancis dan Inggris. Misi tersebut bertujuan membantu membuka kembali jalur pelayaran penting yang menjadi penghubung utama perdagangan energi global.

Perkembangan positif juga terlihat dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Oman dan Iran mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut kedua pihak sedang membahas mekanisme untuk membuka kembali perdagangan melalui Selat Hormuz.

Meski demikian, belum ada kepastian mengenai kapan jalur pelayaran tersebut akan sepenuhnya kembali beroperasi. Sementara itu, ratusan kapal masih terjebak di kedua sisi selat.

Di sisi lain, negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa kondisi Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang. Namun, Iran dan Amerika Serikat telah sepakat membangun jalur komunikasi guna menjaga selat tersebut tetap terbuka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....