Presiden Lebanon Bahas Gencatan Senjata dengan AS dan Qatar

  • 23 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun berdiskusi dengan pejabat AS dan Qatar, termasuk JD Vance, Jared Kushner, dan PM Qatar, untuk menstabilkan gencatan senjata dan meredakan eskalasi Israel.
  • Negosiasi yang difasilitasi Qatar dan Pakistan di Swiss dilaporkan menghasilkan kemajuan signifikan, termasuk upaya meredakan konflik Lebanon dan mengurangi tekanan ekonomi Iran.
  • Konflik telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, melukai 12.000 lainnya, dan menyebabkan lebih dari satu juta pengungsi, sementara laporan gencatan senjata masih belum sepenuhnya dikonfirmasi semua pihak.

RRI.CO.ID, Beirut — Presiden Lebanon Joseph Aoun membahas upaya gencatan senjata dengan Israel serta eskalasi militer di Lebanon. Pembahasan tersebut dilakukan bersama pejabat tinggi Amerika Serikat dan Qatar, dilansir dari Anadolu, Selasa, 23 Juni 2026.

Pemerintah Lebanon menyatakan bahwa Aoun melakukan komunikasi langsung dengan Wakil Presiden AS JD Vance dan Jared Kushner. Ia juga berkomunikasi dengan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

Pembicaraan tersebut berfokus pada langkah-langkah untuk menstabilkan gencatan senjata dan menghentikan eskalasi militer Israel di Lebanon. Para pihak juga membahas kemungkinan pembentukan sebuah mekanisme atau “sel” koordinasi untuk mendukung implementasi di lapangan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut negosiasi yang difasilitasi Qatar dan Pakistan di Swiss menghasilkan kemajuan signifikan. Kemajuan tersebut mencakup upaya meredakan konflik di Lebanon serta mengurangi tekanan ekonomi Iran.

Konflik di Lebanon sendiri telah menimbulkan korban besar, dengan lebih dari 4.000 orang tewas dan 12.000 orang terluka. Selain itu, lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi menurut otoritas setempat.

Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah telah mulai berlaku. Meski demikian, informasi tersebut masih bersumber dari pejabat anonim.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat turut mengonfirmasi adanya gencatan senjata, namun hingga kini Hizbullah belum memberikan tanggapan resmi. Situasi di lapangan masih terus berkembang, sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk menjaga stabilitas di Lebanon.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....