PBB: 1,7 Juta Warga Gaza Hidup dalam Kondisi Pengungsian yang Buruk
- 24 Jun 2026 16:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB memperingatkan kondisi pengungsian Gaza semakin memburuk, dengan 1,7 juta warga terdampak dan menghadapi kekurangan air, tempat tinggal, serta layanan dasar di hampir 1.600 lokasi pengungsian.
- Situasi kemanusiaan diperparah oleh serangan yang masih berlangsung, termasuk penembakan dan serangan udara yang terus menimbulkan korban sipil serta berbagai risiko keamanan di lokasi pengungsian.
- Dampak perang jangka panjang sangat besar, dengan puluhan ribu korban jiwa, jutaan pengungsi, kerusakan 90% infrastruktur sipil Gaza, serta estimasi biaya rekonstruksi mencapai 70 miliar dolar AS.
RRI.CO.ID, Gaza — PBB pada Selasa memperingatkan bahwa kondisi di lokasi pengungsian Gaza semakin memburuk. Sekitar 1,7 juta warga Palestina terdampak, atau setara dengan 80 persen populasi wilayah tersebut.
Para pengungsi tersebut tersebar di hampir 1.600 lokasi pengungsian dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. PBB menyebut para pengungsi menghadapi kekurangan air bersih, tempat berlindung yang layak, serta layanan dasar.
Kondisi ini diperburuk oleh laporan bahwa penembakan, pemboman, dan serangan udara masih terus terjadi di seluruh Jalur Gaza. Serangan tersebut menimbulkan korban sipil di wilayah tersebut, dilaporkan oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Penilaian terbaru menunjukkan kondisi pengungsian yang sangat padat, dengan sekitar 59.000 tempat perlindungan dihuni lebih dari delapan orang. Sementara itu, sekitar 38.500 orang terpaksa tidur di ruang terbuka, dilansir dari Anadolu, Rabu, 24 Juni 2026.
Sekitar 600.000 orang juga dilaporkan tidak memiliki akses yang cukup terhadap air minum. Selain itu, setengah dari lokasi pengungsian tidak memiliki sistem drainase yang memadai dan banyak yang melaporkan adanya risiko kebakaran.
Infestasi tikus ditemukan di sekitar 80 persen lokasi, sementara limbah dan sampah terbuka tersebar di lebih dari setengah wilayah pengungsian. PBB juga melaporkan bahwa di sekitar 250 lokasi pengungsian yang menampung hampir 250.000 orang terdapat ancaman bahan peledak.
Situasi ini menambah risiko keselamatan bagi para pengungsi yang sudah berada dalam kondisi rentan. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, sedikitnya 1.027 orang telah meninggal.
Selain itu, 3.280 orang lainnya terluka akibat serangan yang masih terjadi. Gencatan senjata tersebut dicapai setelah dua tahun perang yang dimulai pada Oktober 2023.
Perang tersebut menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina meninggal dan lebih dari 173.000 lainnya terluka. Perang itu juga menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil Gaza, PBB memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai 70 miliar dolar AS (Rp1,2 kuadriliun).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....