PBB Tolak Rencana Perluasan Pendudukan Israel di Gaza
- 30 Mei 2026 16:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB menegur Israel atas rencana perluasan kontrol di Jalur Gaza, setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan militer Israel akan memperluas penguasaan hingga 70 persen wilayah Gaza.
- Israel disebut telah menguasai sekitar 60 persen Gaza, dengan rencana perluasan lebih lanjut, sementara PBB menegaskan seluruh Gaza harus menjadi milik rakyat Palestina dan meminta penarikan pasukan dari “garis kuning”.
- Sumber Palestina dan Hamas melaporkan pergeseran batas wilayah, dengan klaim tambahan 8–9 persen wilayah Gaza kini berada di bawah kendali Israel, sehingga totalnya melampaui 60 persen.
RRI.CO.ID, New York — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegur Israel terkait rencana perluasan penguasaan wilayah di Jalur Gaza. Teguran tersebut disampaikan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militernya untuk memperluas kontrol hingga 70 persen wilayah tersebut.
Melansir dari Anadolu, Sabtu, 30 Mei 2026, Netanyahu menyatakan bahwa Israel saat ini telah menguasai sekitar 60 persen Jalur Gaza. Namun, ia mengisyaratkan rencana untuk memperluas kendali tersebut tanpa menjelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaannya.
Teguran dari PBB disampaikan oleh juru bicara Stephane Dujarric di markas besar PBB, New York. Ia menegaskan bahwa seluruh wilayah Gaza harus menjadi milik rakyat Palestina.
“Seratus persen Gaza harus diperuntukkan bagi rakyat Palestina,” ujar Dujarric. Ia menambahkan bahwa PBB terus menyerukan agar Israel menarik diri dari apa yang disebut sebagai “garis kuning”.
PBB juga menegaskan bahwa posisinya tetap mendukung penghentian pendudukan dan penghormatan terhadap hak rakyat Palestina atas wilayah Gaza. Seruan tersebut mencakup penarikan pasukan Israel dari zona yang menjadi batas pengendalian militer.
Sebelumnya, militer Israel pada Oktober tahun lalu mengumumkan telah menguasai sekitar 53 persen wilayah Gaza. Penguasaan tersebut dilakukan setelah penempatan ulang pasukan di “garis kuning”.
Zona tersebut merupakan wilayah pemisah antara area kendali Israel dan wilayah yang dihuni warga Palestina. Zona tersebut merupakan bagian dari rencana yang sebelumnya dikaitkan dengan inisiatif Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Namun, sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa batas tersebut terus bergeser ke arah barat dalam beberapa bulan terakhir. Pergeseran ini dilaporkan terjadi secara bertahap.
Pejabat senior Hamas, Bassem Naim, mengatakan bahwa Israel telah memperluas kontrol tambahan sekitar 8 hingga 9 persen wilayah Gaza. Menurutnya, total wilayah yang berada di bawah kendali Israel kini telah melebihi 60 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....