Oman Buka Koridor Maritim Sementara di Selat Hormuz untuk Semua Kapal
- 24 Jun 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Oman membuka koridor maritim sementara di Selat Hormuz untuk semua kapal sebagai bentuk komitmen terhadap kebebasan navigasi dan sesuai hukum internasional, bekerja sama dengan IMO.
- Oman dan Iran membentuk kelompok kerja bersama untuk membahas pengelolaan navigasi, layanan maritim, dan biaya di Selat Hormuz, serta melibatkan negara-negara Teluk lainnya.
- Kebijakan ini terkait implementasi Kesepakatan Islamabad AS–Iran, yang mencakup dialog damai, jaminan pelayaran tanpa biaya selama 60 hari, dan upaya menjaga stabilitas serta perdagangan global.
RRI.CO.ID, Muscat — Oman pada Selasa mengumumkan pembukaan koridor maritim sementara di Selat Hormuz yang berlaku bagi semua kapal yang melintas. Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab Oman terhadap Selat Hormuz sekaligus komitmen terhadap kebebasan navigasi.
Oman menegaskan bahwa kebijakan tersebut dijalankan sesuai hukum internasional dan hukum laut. Kebijakan tersebut juga dilakukan bekerja sama dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO), dilansir dari Anadolu, Rabu, 24 Juni 2026.
IMO akan menetapkan koordinat jalur koridor, sementara kapal yang ingin melintas diwajibkan berkoordinasi dengan badan tersebut. Langkah ini juga dikaitkan dengan upaya terbaru Amerika Serikat dan Iran dalam menjaga stabilitas kawasan.
Sejalan dengan itu, Oman dan Iran terus melakukan konsultasi terkait pengaturan navigasi di Selat Hormuz di masa depan. Kedua negara membentuk kelompok kerja bersama yang bertugas membahas pengelolaan navigasi, layanan maritim, serta biaya.
Pembahasan juga melibatkan negara-negara pesisir Teluk lainnya dengan tetap mengacu pada hukum internasional dan hak kedaulatan negara-negara terkait. Inisiatif ini merupakan bagian dari Kesepakatan Islamabad, di mana Iran dan Oman menyepakati dialog mengenai administrasi Selat Hormuz.
Iran juga berkomitmen memastikan kelancaran pelayaran komersial tanpa biaya selama 60 hari antara Teluk dan Teluk Oman. Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian 14 poin antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan.
Perjanjian itu juga bertujuan menyelesaikan sengketa melalui dialog dan negosiasi. Perjanjian itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Langkah pembukaan koridor maritim sementara oleh Oman ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran perdagangan global. Hal ini dilakukan di tengah proses implementasi kesepakatan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....