Iran Pastikan Selat Hormuz Kembali Normal, Kapal Dagang Bebas Melintas
- 23 Jun 2026 21:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Ali Bahreini, memastikan Selat Hormuz kini terbuka sepenuhnya bagi kapal-kapal.
- Hal ini menyusul tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.
- Dalam dokumen tersebut, Amerika Serikat juga sepakat mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
RRI.CO.ID, Jenewa - Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Ali Bahreini, memastikan Selat Hormuz kini terbuka sepenuhnya bagi kapal-kapal. Termasuk kapal dagang, menyusul tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Jenewa pada Selasa 23 Juni 2026, Bahreini mengatakan aktivitas pelayaran di jalur perairan strategis tersebut telah kembali berjalan normal. “Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, termasuk kapal dagang,” ujar Bahreini.
Ia menambahkan bahwa dalam beberapa hari terakhir sejumlah besar minyak telah dikirim melalui Selat Hormuz. Ini menandakan pemulihan aktivitas perdagangan dan distribusi energi internasional di kawasan tersebut.
Pernyataan Bahreini disampaikan setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan yang mencakup pemulihan pelayaran di Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang ditandatangani secara elektronik pekan lalu untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
Dalam dokumen tersebut, Amerika Serikat sepakat mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sementara Teheran berkomitmen memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Sebelumnya, laporan Anadolu menyebutkan bahwa lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz meningkat ke level tertinggi sejak awal Juni setelah implementasi kesepakatan mulai berjalan. Sebagai tindak lanjut, Iran dan Amerika Serikat juga menggelar negosiasi teknis yang dimediasi Pakistan dan Qatar di Swiss pada 21 Juni.
Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah implementasi MoU Islamabad guna memastikan seluruh poin kesepakatan dapat dijalankan secara efektif. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari kawasan Teluk ke pasar global.
Normalisasi aktivitas di wilayah tersebut dinilai penting. Guna menjaga stabilitas pasokan energi dan perdagangan internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....