Putaran Pertama Negosiasi AS–Iran Berakhir, Ini yang Dibahas
- 24 Jun 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- AS dan Iran sepakat menyusun peta jalan kesepakatan dalam 60 hari dalam putaran pertama negosiasi di Swiss, dengan pembahasan teknis lanjutan terkait isu nuklir, sanksi, dan penyelesaian sengketa.
- Dibentuk Komite Tingkat Tinggi dan mekanisme de-eskalasi Lebanon, dengan mediator Qatar dan Pakistan menyebut pertemuan berlangsung positif serta konstruktif.
- Negosiasi diwarnai ketegangan politik dan isu regional, termasuk protes Iran terhadap pernyataan Donald Trump, serta pembahasan Selat Hormuz, konflik Lebanon, dan komitmen Iran soal program nuklir.
RRI.CO.ID, Burgenstock — Putaran pertama negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss telah berakhir, dengan pembicaraan teknis dijadwalkan berlanjut sepanjang pekan. Pertemuan ini membahas isu nuklir, sanksi, serta mekanisme penyelesaian sengketa.
Melansir NBC News, Rabu, 24 Juni 2026, para pihak menyepakati peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam 60 hari. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan di Bürgenstock, Swiss, yang merupakan pembicaraan pertama di bawah nota kesepahaman AS–Iran.
Wakil Presiden AS JD Vance hadir bersama delegasi Iran serta mediator Qatar dan Pakistan. Kedua negara mediator menyebut pertemuan berlangsung positif dan konstruktif.
Dalam pertemuan itu dibentuk Komite Tingkat Tinggi untuk mengawasi proses mediasi dan menyusun peta jalan kesepakatan dalam 60 hari. Komite tersebut juga menjadi dasar dimulainya pembahasan teknis lanjutan mengenai berbagai isu utama.
Selain itu, dibentuk pula jalur de-eskalasi terkait konflik di Lebanon, di tengah berlanjutnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah. Konflik di Lebanon masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika pembicaraan internasional ini.
Menteri Luar Negeri Iran menyebut pertemuan tersebut menghasilkan kemajuan signifikan, termasuk dalam isu konflik Lebanon. Pertemuan tersebut juga membahas isu ekspor minyak, blokade Selat Hormuz, aset Iran yang dibekukan, serta rencana rekonstruksi Iran.
Pembicaraan dijadwalkan terus berlanjut sepanjang pekan. Namun, proses diplomatik ini diwarnai ketegangan setelah Iran memprotes pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dianggap mengancam kesepakatan.
Iran menyebut pernyataan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap proses negosiasi. Selat Hormuz menjadi salah satu isu utama dalam negosiasi, di tengah klaim Iran yang sebelumnya menyatakan penutupan sementara jalur tersebut.
Ketegangan di Lebanon juga turut memengaruhi proses diplomasi, dengan kedua pihak saling tuduh melanggar gencatan senjata. Iran menegaskan kembali komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir sebagai bagian dari kerangka kesepakatan yang sedang dibahas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....