AS Cabut Sebagian Sanksi, Buka Jalan Ekspor Minyak Iran
- 23 Jun 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amerika Serikat membuka kembali ruang perdagangan minyak Iran, termasuk izin ekspor, impor, dan pembayaran dalam dolar AS sebagai bagian dari pelonggaran sanksi besar.
- Pelonggaran ini merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman AS-Iran dan dianggap sebagai salah satu perubahan terbesar sejak Iranian Revolution, dengan negosiasi yang masih berlangsung hingga 21 Agustus.
- Iran mendapat akses lebih luas ke pasar minyak dan layanan pendukung, serta disebut memperoleh pencairan aset beku, sementara sebelumnya bergantung pada jaringan “shadow fleet” untuk menghindari sanksi.
RRI.CO.ID, Washington — Amerika Serikat mengumumkan pelonggaran besar sanksi terhadap sektor energi Iran. Kebijakan ini mencakup izin penjualan minyak, pembayaran dalam dolar AS, serta pembukaan peluang impor minyak Iran ke Amerika Serikat.
Kebijakan ini disebut sebagai salah satu perubahan paling signifikan dalam hubungan AS-Iran sejak Iranian Revolution. Kebijakan tersebut juga terjadi setelah penandatanganan Nota Kesepahaman antara kedua negara, dilansir Iran International, Selasa, 23 Juni 2026.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi kesepakatan yang sedang berjalan. Sementara itu, negosiasi menuju penyelesaian yang lebih luas masih terus berlangsung.
Pengecualian sanksi ini berlaku hingga 21 Agustus, memungkinkan Iran memproduksi, menjual, serta mengangkut minyak mentah, produk minyak, dan petrokimia. Kebijakan tersebut juga mencakup pelonggaran pembatasan pada layanan pendukung seperti pelayaran, asuransi, pengelolaan kapal, dan registrasi.
Selama ini, Iran diketahui mengandalkan jaringan penghindaran sanksi untuk mempertahankan ekspor minyaknya. Jaringan tersebut mencakup armada kapal bayangan, transfer minyak antarkapal, serta mekanisme keuangan yang tidak transparan.
Ekspor minyak merupakan tulang punggung ekonomi Iran, sehingga pelonggaran ini dinilai memberi insentif besar bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan permanen. Pejabat Iran menyambut langkah tersebut sebagai hasil positif dari proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut Iran juga memperoleh kesepakatan terkait pencairan aset beku. Ia juga mengklaim, perundingan telah berdampak pada penurunan ketegangan di Lebanon, salah satu isu yang dibahas dalam negosiasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....