AS-Iran Teken Damai 60 Hari, Buka Peluang Stabilitas Global
- 23 Jun 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- AS dan Iran menyepakati damai sementara 60 hari untuk meredakan ketegangan global.
- Kesepakatan mencakup pelonggaran sanksi dan pembukaan jalur perdagangan.
- Berpotensi menstabilkan ekonomi dan pasokan energi dunia.
RRI.CO.ID, Jakarta – Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara selama 60 hari. Kesepakatan ini diharapkan mampu meredakan ketegangan geopolitik global.
Isi kesepakatan mencakup pembukaan jalur perdagangan di Selat Hormuz dan pelonggaran sanksi ekonomi. Selain itu, akses terhadap aset Iran yang dibekukan juga mulai dibuka.
Langkah ini dinilai dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi dunia. Terutama dalam menjaga pasokan energi global yang sebelumnya terganggu.
Sekjen IKAL Strategic Centre, Dr. Surya Wiranto, menyebut kesepakatan ini memiliki potensi positif. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan serius.
"Yang menarik, kenyataannya bahwa Iran memiliki kedayaan tahan yang luar biasa, mempunyai cara-cara berpikir untuk perang ini. Luar biasa dengan asimetris yang perbedaan kekuatan ini, dia mampu mengeksplor ke minimalis kekuatannya itu untuk melawan," kata dia.
Ia menilai kesepakatan damai biasanya diinisiasi oleh pihak yang mengalami tekanan lebih besar. Kondisi ini membuka peluang terciptanya keseimbangan baru dalam geopolitik global.
Surya juga menyoroti pentingnya konsistensi Amerika Serikat dalam menjalankan kesepakatan tersebut. Inkonsistensi dinilai dapat merusak kepercayaan yang sudah dibangun.
"Karena memang intensi dari Trump ini kan seperti itu, selalu tidak pernah menempati apa yang sudah diperjanjikan. Padahal proposal awal itu kan dari Trump, seharusnya dia menempati itu, kalau Iran kita perhatikan, sepanjang kesempatan itu dijaga, oke kok,” ujarnya.
Meski demikian, adanya gencatan senjata tetap memberi ruang bagi dialog lanjutan kedua negara. Hal ini penting untuk menciptakan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Dunia internasional kini menaruh harapan pada masa uji coba 60 hari yang sedang berjalan. Keberhasilan fase ini akan menentukan arah baru geopolitik global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....