Lalu Lintas Kapal Tanker di Selat Hormuz Meningkat setelah Kesepakatan AS-Iran

  • 20 Jun 2026 14:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sedikitnya 20 kapal tanker telah melintasi Selat Hormuz setelah Amerika Serikat dan Iran menerapkan kesepakatan pembukaan kembali jalur pelayaran, dengan aktivitas kapal tanker mencapai level tertinggi sejak 2 Juni.
  • Peningkatan aktivitas pelayaran terjadi setelah AS mengakhiri blokade terhadap Iran dan Teheran membebaskan biaya transit selama 60 hari. Analis menilai kondisi ini menunjukkan perdagangan minyak Iran mulai kembali mendekati kondisi normal.
  • Setelah periode bebas biaya berakhir, Iran akan berunding dengan Oman dan negara-negara Teluk untuk menentukan aturan operasional Selat Hormuz, termasuk kemungkinan pemberlakuan kembali biaya transit bagi kapal yang melintas.

RRI.CO.ID, Teheran — Lalu lintas kapal di Selat Hormuz mulai meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan terkait pembukaan kembali jalur tersebut. Kesepakatan itu memungkinkan kapal-kapal komersial kembali melintasi salah satu rute perdagangan energi terpenting di dunia.

Perusahaan intelijen perdagangan Kpler melaporkan sedikitnya 20 kapal tanker telah melintasi Selat Hormuz sejak kesepakatan mulai dijalankan. Menurut Kpler, aktivitas pelayaran kapal tanker pada Kamis mencapai tingkat tertinggi sejak 2 Juni.

Melansir dari CNBC, Sabtu, 20 Juni 2026, meski demikian, volume lalu lintas masih berada di bawah kondisi sebelum perang. Sebelum perang, lebih dari 100 kapal, termasuk puluhan kapal tanker minyak, melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Secara keseluruhan, sebanyak 25 kapal tercatat melintasi jalur pelayaran strategis tersebut pada Kamis, 18 Juni 2026. Kapal-kapal itu terdiri atas kapal tanker, kapal kargo, kapal kontainer, serta kapal lainnya yang kembali memanfaatkan rute perdagangan internasional tersebut.

Peningkatan aktivitas pelayaran terjadi setelah Amerika Serikat mengakhiri blokade terhadap Iran. Setelah itu, Teheran mengizinkan kapal melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya selama 60 hari.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara untuk mengurangi ketegangan dan memulihkan aktivitas perdagangan. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa Iran sejauh ini menjalankan komitmennya sesuai isi kesepakatan.

Data Kpler menunjukkan arus pelayaran relatif seimbang, dengan 13 kapal bergerak dari barat ke timur dan 12 kapal lainnya dari timur ke barat. Sementara itu, kapal tanker Iran mulai kembali mengaktifkan sistem transponder yang sebelumnya dimatikan selama konflik berlangsung.

Para analis menilai peningkatan arus lalu lintas kapal dari kedua arah menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai kembali pulih. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa perdagangan minyak mentah Iran secara bertahap mendekati pola operasional normal seperti sebelum konflik terjadi.

Sebagian besar kapal yang melintas juga menggunakan jalur pelayaran yang telah ditetapkan oleh Iran. Meski demikian, kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran masih menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai tata kelola Selat Hormuz di masa depan.

Setelah masa bebas biaya selama 60 hari berakhir, Iran dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan Oman dan negara-negara Teluk. Pembicaraan tersebut digelar untuk membahas mekanisme pengelolaan jalur pelayaran tersebut.

Hasil perundingan tersebut akan menentukan mekanisme pengelolaan dan aturan operasional Selat Hormuz di masa mendatang. Pembahasan itu juga mencakup kemungkinan pemberlakuan kembali biaya transit bagi kapal-kapal yang melintasi jalur perdagangan energi strategis tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....