Perdana Menteri Inggris Mengundurkan Diri dari Jabatannya
- 23 Jun 2026 14:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Starmer mengumumkan pengunduran dirinya di Downing Street dan tetap menjabat sementara hingga proses transisi selesai.
- Pencalonan kepemimpinan dibuka 9 Juli hingga 16 Juli, dengan target pemimpin baru terpilih sebelum parlemen kembali bersidang pada September.
- Burnham mendapat dukungan politik awal dan menekankan fokus pada stabilitas serta pertumbuhan ekonomi jika menjadi perdana menteri.
RRI.CO.ID, London — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh. Keputusan membuka jalan bagi pemilihan perdana menteri baru Inggris, dilansir dari BBC News, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menyampaikan pengumuman tersebut di Downing Street. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak lagi menjadi sosok yang paling tepat untuk memimpin partai menuju pemilihan umum berikutnya.
Starmer juga menyampaikan bahwa ia telah memberi tahu Raja Charles III mengenai keputusan tersebut. Partai Buruh kemudian diminta untuk menyusun jadwal pergantian kepemimpinan.
Proses pencalonan dibuka pada 9 Juli dan ditutup pada 16 Juli sebelum masa reses musim panas. Jika terjadi kontestasi, pemimpin baru diharapkan sudah terpilih sebelum parlemen kembali bersidang pada September.
Starmer menegaskan bahwa ia akan memastikan transisi kekuasaan berjalan tertib dan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga proses tersebut selesai. Ia juga menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada penggantinya.
Ia menilai bahwa Inggris saat ini berada dalam kondisi lebih kuat dan lebih adil dibandingkan sebelumnya. Andy Burnham disebut sebagai kandidat terdepan setelah menang dalam pemilihan sela Makerfield dan mengumumkan pencalonannya dalam kontestasi kepemimpinan.
Burnham juga mendapat dukungan dari Wes Streeting, sementara Al Carns masih belum menentukan sikapnya. Burnham menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Starmer.
Ia menekankan pentingnya stabilitas serta fokus pada pertumbuhan ekonomi jika terpilih menjadi perdana menteri. Ia juga menegaskan akan tetap mengikuti aturan fiskal pemerintah, meskipun detail susunan kabinet masih belum diputuskan.
Starmer sendiri menjadi pemimpin Partai Buruh sejak 2020 dan menjadi perdana menteri pada 2024 setelah kemenangan besar partai tersebut. Ia akan tercatat sebagai perdana menteri Buruh dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah.
Pengunduran dirinya memicu berbagai tanggapan dari tokoh politik Inggris dan internasional. Sementara itu, proses suksesi kepemimpinan Partai Buruh kini resmi dimulai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....