Inggris, Australia, Kanada Dukung Solusi Dua Negara lewat Dana Perdamaian Baru
- 13 Jun 2026 13:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Inggris, Australia, dan Kanada membentuk dana perdamaian senilai 3 juta poundsterling (Rp71,5 miliar) untuk mendukung solusi dua negara dan penyelesaian konflik Israel-Palestina.
- Dana tersebut akan digunakan untuk proyek perdamaian akar rumput dan bantuan kemanusiaan, dengan melibatkan kelompok pemuda, organisasi masyarakat sipil, dan perempuan guna memperkuat dialog antara masyarakat Israel dan Palestina.
- Inisiatif ini diluncurkan di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat, di mana PBB melaporkan lebih dari 1.000 warga Palestina meninggal sejak Oktober 2023.
RRI.CO.ID, London — Inggris, Australia, dan Kanada meluncurkan dana perdamaian bersama untuk mendukung penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara. Masing-masing negara menyumbangkan 1 juta poundsterling sehingga total dana yang disiapkan mencapai 3 juta poundsterling (Rp71,5 miliar).
Dana yang diumumkan pada Kamis, 11 Juni 2026 tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek perdamaian di tingkat akar rumput. Program ini berfokus pada keterlibatan kelompok pemuda, organisasi masyarakat sipil, dan perempuan, dilansir dari Al Jazeera.
Mereka akan dilibatkan dalam berbagai upaya untuk membangun dialog serta memperkuat kepercayaan antara masyarakat Israel dan Palestina. Selain mendukung dialog dan pembangunan perdamaian, dana tersebut juga akan digunakan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina.
Program ini bertujuan mengatasi akar penyebab konflik yang telah berlangsung lama. Inisiatif tersebut mendukung upaya perdamaian jangka panjang di Gaza, termasuk rencana perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pemerintah Inggris berharap dana tersebut dapat diperluas dan menarik dukungan dari donor tambahan setelah mulai beroperasi. Pengumuman inisiatif ini dilakukan menjelang pertemuan antara Cooper dan para mitranya dari Australia serta Kanada.
Pertemuan tersebut digelar untuk membahas perkembangan situasi di Timur Tengah. Menurut PBB, lebih dari 1.000 warga Palestina telah meninggal di Tepi Barat sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023.
PBB menyatakan bahwa otoritas Israel terlibat dalam serangan yang dilakukan para pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Serangan tersebut menyebabkan sejumlah warga Palestina meninggal, terluka, dan terpaksa mengungsi dari wilayah mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....