Inggris Tegaskan Perkuat Kemitraan Strategis dengan Indonesia dan ASEAN
- 11 Jun 2026 13:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan komitmen Inggris untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia.
- 2026 menjadi momentum penting karena Indonesia dan Inggris telah meluncurkan kemitraan strategis, yang mencakup bidang teknologi, maritim, hingga pertumbuhan ekonomi.
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong generasi muda Indonesia untuk mempertimbangkan Inggris sebagai tujuan pendidikan tinggi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan komitmen Inggris untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. Katanya dalam perayaan ulang tahun ke-78 Raja Inggris, dengan tema inovasi yang mencerminkan eratnya kerja sama Indonesia-Inggris di berbagai sektor.
2026 menjadi momentum penting karena Indonesia dan Inggris telah meluncurkan kemitraan strategis, yang mencakup bidang teknologi, maritim, hingga pertumbuhan ekonomi. Dubes Jermey menilai kerja sama tersebut menjadi simbol persahabatan jangka panjang antara kedua negara.
"Ini adalah tahun di mana Inggris-Indonesia meluncurkan kemitraan strategis di antara kita yang berkaitan dengan teknologi. ARM (perusahaan semikonduktor Inggris) bekerja sama dengan Danantara untuk menciptakan ekosistem semikonduktor," ujar Jermey di sela-sela acara yang digelar Rabu, 10 Juni 2026, malam, di bilangan Jakarta Selatan.
Selain sektor teknologi, Dubes Jermey menyoroti program kemitraan maritim yang disebut akan mendorong modernisasi kapal penangkap ikan dan fregat pertahanan di Indonesia. Menurutnya, kerja sama tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru baik di Indonesia maupun Inggris.
Kemitraan pertumbuhan ekonomi yang diluncurkan Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Starmer Januari lalu, diharapkan mampu memperkuat perdagangan dan investasi kedua negara. "Ini juga tentang kemitraan pertumbuhan ekonomi yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan di Inggris," kata Dubes Jermey menekankan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong generasi muda Indonesia untuk mempertimbangkan Inggris sebagai tujuan pendidikan tinggi. Menurut Mendagri sejumlah universitas di Inggris memiliki reputasi internasional yang sangat baik.
"Jika Anda melihat peringkat universitas misalnya, selalu Amerika dan Inggris berada di 10 besar. Oxford, Cambridge, Imperial College, UCL, London School of Economics, semuanya termasuk yang berkualitas tinggi," ujar Mendagri Tito yang pernah mendapatkan beasiswa dari British Council pada 1992 untuk berkuliah di Universitas Exeter.

Mendagri menilai belajar di Inggris tidak hanya memberikan akses terhadap pendidikan berkualitas, tetapi juga kesempatan membangun jaringan internasional yang luas. Karena itu, Inggris menjadi salah satu pilihan terbaik bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
Tito juga menyinggung posisi historis Inggris sebagai salah satu pusat pengaruh global. Menurut dia, hingga kini Inggris tetap memiliki peran penting dalam bidang keuangan, perdagangan, dan berbagai sektor strategis lainnya.
Sementara, Duta Besar Inggris untuk ASEAN Helen Fazey mengungkapkan, 2025 menandai lima tahun kemitraan dialog antara Inggris dan ASEAN. Hubungan kedua pihak telah berkembang dan menghasilkan berbagai capaian di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya.
“Dengan investasi sebesar 25 juta poundsterling dalam proyek-proyek di seluruh negara anggota ASEAN, berfokus pada pengawasan penyakit dan kesiapan untuk menanggapi risiko yang muncul. Kami juga bekerja pada transisi hijau, mendukung ASEAN dalam pengembangan jaringan listrik ASEAN, juga di Indonesia, kami mengerjakan solusi berbasis alam yang membantu mencegah banjir di Jawa,” ujar Dubes Helen pada kesempatan yang sama.
Perayaan hari ulang tahun Raja Charles III turut dihadiri Wapres RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, dan Utusan Perdagangan Inggris untuk Indonesia dan ASEAN, Naz Shah MP. Kemudian, sejumlah Menteri dan Wamen Kabinet Merah Putih, Didit Hediprasetryo, Wagub Jatim Emil Dardak dan Walikota Bogor Dedie Abdu Rachim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....