AS dan Iran Sepakati “Peta Jalan” menuju Kesepakatan Final dalam 60 Hari
- 23 Jun 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amerika Serikat dan Iran menyepakati “peta jalan” menuju kesepakatan final dalam 60 hari serta membuka jalur komunikasi untuk mencegah insiden di Selat Hormuz.
- Kedua pihak membahas program nuklir Iran, termasuk rencana pengawasan IAEA, pembentukan komite pemantauan, serta mekanisme gencatan senjata di Lebanon.
- Meski mediator melaporkan kemajuan, termasuk isu pelayaran di Selat Hormuz yang tetap normal, negosiasi masih berlanjut di tengah situasi regional yang tegang.
RRI.CO.ID, Burgenstock - Amerika Serikat dan Iran menyelesaikan putaran pertama negosiasi tingkat tinggi di Swiss. Kedua negara menyepakati “peta jalan” menuju kesepakatan final dalam waktu 60 hari, dilansir dari NPR, Selasa, 23 Juni 2026.
Kedua pihak juga sepakat membangun jalur komunikasi untuk mencegah insiden di Selat Hormuz. Mediator dari Qatar dan Pakistan menyebut adanya “kemajuan yang menggembirakan”.
Pembicaraan teknis akan segera dimulai, meskipun belum ditentukan siapa yang akan memimpinnya. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa negosiator telah membuat banyak kemajuan.
Kemajuan tersebut termasuk upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka serta membahas mekanisme koordinasi penjinakan ranjau di kawasan tersebut. Ia juga menyebut Iran menyetujui kembalinya inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai langkah penting menuju upaya denuklirisasi.
Pembicaraan juga mencakup seluruh elemen program nuklir Iran, termasuk pembentukan komite pemantauan nuklir dan pembahasan isu sanksi. Selain itu, kedua pihak menyepakati kerangka untuk mengakhiri konflik di Lebanon.
Iran menyebut adanya kemajuan besar, termasuk rencana pencabutan blokade, pelepasan sebagian aset beku, serta program rekonstruksi di Lebanon. Sebelumnya, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz.
Sementara itu, AS menyatakan bahwa aktivitas pelayaran di wilayah tersebut tetap normal. Delegasi Iran, mediator Qatar dan Pakistan, serta pejabat Badan Energi Atom Internasional turut hadir dalam perundingan tersebut.
Pembahasan juga mencakup mekanisme gencatan senjata di Lebanon selatan di tengah situasi yang masih tegang di lapangan. Meski demikian, para pihak menyatakan bahwa negosiasi akan terus berlanjut untuk mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....