Iran Akan Tingkatkan Lalu Lintas di Selat Hormuz Secara Bertahap
- 19 Jun 2026 16:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran mengumumkan bahwa lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz akan ditingkatkan secara bertahap sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat melalui MoU Islamabad.
- Selama 60 hari masa negosiasi, Iran menanggung seluruh biaya pelayaran di Selat Hormuz dan menetapkan bahwa tidak ada biaya yang dibebankan kepada pengguna.
- Kesepakatan AS–Iran yang dimediasi Pakistan juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut AS, dengan negosiasi lanjutan terkait nuklir Iran dan sanksi internasional.
RRI.CO.ID, Teheran — Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan kebijakan baru terkait Selat Hormuz yang berkaitan dengan kesepakatan dengan Amerika Serikat. Iran menyebut lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz akan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan memorandum kesepahaman yang telah disepakati.
Hal tersebut disampaikan dalam pernyataannya yang disiarkan melalui media negara IRIB pada Kamis, 18 Juni 2026 malam. Iran juga menetapkan bahwa tidak ada biaya yang akan dibebankan kepada pengguna selama periode 60 hari.
Melansir dari Anadolu, seluruh biaya tersebut ditanggung oleh pemerintah Iran. Kebijakan ini diberlakukan sementara selama masa negosiasi berlangsung.
Pengaturan teknis dan rincian pelaksanaan pelayaran di Selat Hormuz akan diumumkan kemudian oleh Otoritas Pengelola Jalur Perairan Teluk Persia. Pengumuman tersebut juga akan mencakup aturan lintasan kapal yang akan digunakan.
Selain itu, Iran juga menyinggung langkah terkait pembersihan ranjau yang akan dilakukan sesuai ketentuan dalam Pasal 5 MoU Islamabad. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani memorandum tersebut secara elektronik melalui Presiden Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Dokumen itu disebut sebagai upaya membuka jalan untuk mengakhiri konflik yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Dalam upaya perdamaian tersebut, Pakistan bertindak sebagai mediator.
Para mediator kemudian mengumumkan bahwa kesepakatan tersebut telah mulai berlaku. Iran akan kembali membuka Selat Hormuz untuk pelayaran, sementara Amerika Serikat disebut mulai mencabut blokade laut terhadap Iran.
Di bawah kesepakatan itu, kedua pihak juga akan menjalani negosiasi selama 60 hari dengan kemungkinan perpanjangan. Negosiasi tersebut bertujuan mencapai kesepakatan akhir terkait program nuklir Iran dan isu sanksi internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....