JD Vance: Periode Negosiasi 60 Hari dalam Kesepakatan AS-Iran Resmi Dimulai
- 20 Jun 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan masa 60 hari dalam nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran resmi dimulai pada 18 Juni 2026 sebagai tahap lanjutan menuju kesepakatan permanen.
- Amerika Serikat menegaskan Selat Hormuz harus tetap terbuka dan bebas dari pungutan biaya, sementara pengaturan jangka panjangnya akan ditentukan melalui negosiasi final kedua negara.
- Meski dinilai sebagai langkah diplomatik penting untuk meredakan ketegangan, banyak pengamat menilai perbedaan kepentingan yang masih besar dapat menyulitkan AS dan Iran mencapai penyelesaian menyeluruh dalam tenggat waktu yang ditetapkan.
RRI.CO.ID, Washington — Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa periode 60 hari resmi dimulai pada Kamis, 18 Juni 2026. Periode 60 hari tersebut tercantum dalam nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran, dilansir dari Reuters.
Pernyataan tersebut disampaikan Vance dalam pengarahan kepada wartawan di Gedung Putih setelah kesepakatan sementara AS dan Iran berlaku. Menurutnya, masa tersebut akan menjadi periode penting kedua negara untuk melanjutkan negosiasi dan berupaya mencapai kesepakatan yang lebih permanen.
Ia menegaskan bahwa hitungan waktu dalam nota kesepahaman tersebut secara resmi dimulai pada hari itu. Salah satu isu utama yang akan dibahas dalam negosiasi lanjutan adalah masa depan Selat Hormuz.
Vance kembali menegaskan posisi Amerika Serikat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka dan bebas dari pungutan biaya. Menurutnya, ketentuan mengenai pengelolaan selat tersebut setelah masa 60 hari berakhir akan ditentukan melalui negosiasi final antara kedua pihak.
Meski demikian, kesepakatan sementara yang telah ditandatangani belum menyelesaikan seluruh persoalan utama yang menjadi sumber perselisihan. Sejumlah isu paling rumit sengaja ditunda untuk dibahas pada tahap negosiasi berikutnya, tanpa jaminan bahwa seluruh perbedaan dapat diselesaikan.
Banyak analis menilai proses menuju kesepakatan akhir akan berlangsung sulit dan kompleks. Mereka meragukan AS dan Iran mampu mencapai penyelesaian menyeluruh dalam tenggat waktu 60 hari mengingat masih besarnya perbedaan.
Namun demikian, kesepakatan sementara tersebut tetap dipandang sebagai langkah diplomatik penting untuk mengurangi ketegangan. Hasil negosiasi dalam dua bulan ke depan akan menjadi penentu bagi masa depan hubungan AS-Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....