Pemulihan Pelayaran Selat Hormuz Diperkirakan Butuh Waktu hingga Satu Bulan
- 18 Jun 2026 15:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemulihan pelayaran di Selat Hormuz diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu hingga satu bulan, meski telah ada kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali jalur tersebut, karena operator kapal masih menunggu kepastian keamanan.
- Selat Hormuz tetap menjadi jalur strategis energi global, dengan lebih dari seperlima minyak dan gas dunia melewatinya, namun lalu lintas kapal turun drastis akibat ketegangan dan konflik.
- Industri pelayaran dan IMO mendorong koordinasi internasional untuk mengatur ratusan kapal yang tertahan, sambil menilai risiko keamanan seperti ranjau dan menyiapkan koridor evakuasi pelaut.
RRI.CO.ID, Teheran — Pemulihan pelayaran di Selat Hormuz diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu. Proses tersebut bisa mencapai sekitar satu bulan meskipun telah ada kesepakatan Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali jalur tersebut.
Hal ini disampaikan oleh kepala operator tanker Mitsui OSK Lines yang menilai kondisi pelayaran belum akan segera kembali normal. Ia menyebut banyak operator kapal masih menunggu kepastian keamanan jalur untuk dilalui, dilansir dari Xinhua, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurutnya, kesepakatan politik saja belum cukup, karena kondisi di Selat Hormuz harus benar-benar stabil dan dapat dipastikan aman secara operasional. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pengiriman energi terpenting di dunia, lebih dari seperlima pasokan minyak dan gas global melewatinya.
Jalur ini juga berperan penting dalam distribusi gandum dan berbagai barang konsumsi ke kawasan Teluk. Sebelum konflik, sekitar 135 kapal melintas setiap hari, namun jumlah tersebut turun tajam akibat ketegangan yang terjadi.
Mitsui OSK Lines, yang mengoperasikan lebih dari 900 kapal termasuk lebih dari 200 tanker, telah memindahkan sebagian armadanya. Namun, masih ada sejumlah kapal yang menunggu untuk melintasi Selat Hormuz di tengah ketidakpastian situasi keamanan.
Kondisi tersebut membuat industri pelayaran meminta adanya koordinasi internasional. Organisasi Maritim Internasional (IMO) diminta untuk mengatur keberangkatan sekitar 500 kapal yang masih berada di kawasan tersebut.
IMO saat ini tengah menilai situasi keamanan pelayaran, termasuk risiko ranjau dan potensi kemacetan di jalur tersebut. Lembaga tersebut juga sedang menyiapkan koridor evakuasi bagi pelaut yang telah terjebak lebih dari 100 hari di wilayah Teluk.
Sejumlah perusahaan pelayaran menyambut baik perkembangan kesepakatan damai dan berharap kapal-kapal yang tertahan dapat segera kembali berlayar. Namun para pelaku industri menegaskan bahwa setiap pelayaran harus didahului dengan penilaian risiko yang ketat.
Di tengah perkembangan tersebut, pemulihan penuh pelayaran di Selat Hormuz masih sangat bergantung pada stabilitas keamanan kawasan. Hal tersebut juga bergantung pada implementasi nyata dari kesepakatan yang telah dicapai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....