Trump: AS Terbuka Kembali Serang Iran jika Kesepakatan Gagal Dipatuhi
- 18 Jun 2026 13:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Trump ancam serangan lanjutan ke Iran jika Teheran tidak mematuhi kesepakatan damai awal AS-Iran yang masih bersifat sementara.
- Kesepakatan awal mencakup gencatan senjata 60 hari, pembukaan Selat Hormuz, dan pencabutan blokade laut, sebagai bagian dari upaya menuju perdamaian permanen.
- Pernyataan disampaikan di KTT G7 Prancis, di mana Trump menegaskan tujuan utama konflik adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir sekaligus mempertimbangkan dampak ekonomi perang.
RRI.CO.ID, Evian-les-Bains — Donald Trump mengatakan Amerika Serikat terbuka untuk melanjutkan serangan terhadap Iran. Hal tersebut akan terjadi jika Teheran tidak mematuhi ketentuan dalam kesepakatan damai awal antara kedua pihak, dilansir dari The Mainichi.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Rabu, 17 Juni 2026 saat menghadiri KTT Kelompok Tujuh (G7) di Prancis. Trump menegaskan bahwa nota kesepahaman AS-Iran yang saat ini berlaku masih bersifat awal dan belum final.
“Jika saya tidak menyukainya, kita akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di kepala mereka,” kata Trump. “Jika mereka tidak berperilaku baik, kita akan kembali menjatuhkan bom tepat di tengah kepala mereka,” lanjutnya.
Kesepakatan tersebut mencakup penghentian pertempuran serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang sempat ditutup akibat konflik. Trump mengancam akan kembali menggunakan kekuatan militer jika Iran tidak mematuhi kesepakatan.
Ia bahkan menyebut kemungkinan “kembali menjatuhkan bom” jika Iran tidak dianggap berperilaku baik. ASdan Iran sebelumnya sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari untuk negosiasi menuju kesepakatan damai permanen.
Kesepakatan awal tersebut juga mencakup pencabutan blokade laut terhadap seluruh lalu lintas maritim ke dan dari pelabuhan Iran. Setelah KTT G7 berakhir di Evian-les-Bains, Trump menggelar konferensi pers dan menyatakan kebanggaannya atas tercapainya kesepakatan tersebut.
Trump menegaskan bahwa tujuan utama konflik adalah untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Ia juga mengakui bahwa dampak ekonomi perang menjadi salah satu alasan untuk mempercepat tercapainya kesepakatan sementara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....